• Minggu, 03 Maret 2013

    Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Peristiwa Alam Angin topan

    2.Angin topan
    Angin topan adalah pusaran angin kencang dengan kecepatan angin 120 km/jam atau lebih yang sering terjadi di wilayah tropis di antara garis balik Saat gempa bumi terjadi, masyarakat terpukul kejiwaannya. .[1] utara dan selatan, kecuali di daerah-daerah yang sangat berdekatan dengan khatulistiwa.[1] Angin topan disebabkan oleh perbedaan tekanan dalam suatu sistem cuaca.[rujukan?] Angin paling kencang yang terjadi di daerah tropis ini umumnya berpusar dengan radius ratusan kilometer di sekitar daerah sistem tekanan rendah yang ekstrem dengan kecepatan sekitar 20 Km/jam
    Penyebab  terbjadinya angin topan

    Penyebab Angin topan adalah tingginya suhu dipermukaan laut.
    Perbedaan suhu yg tajam antara daratan dan lautan, memicu
    perubahan energi di dalam atmosfer mengakibatkan petir dan badai.
    Badai tropis ini berpusar dan bergerak dengan cepat
    mengelilingi suatu pusat, yang sumbernya berada di
    daerah tropis. Pada saat terjadi angin topan ini,
    tekanan udara di darat sangat rendah maka angin kencang
    dengan kecepatan tinggi bergerak dai lautan kedaratan
    dengan kecepatan mencapai 250 km/jam .
    Hal ini bisa terjadi di Indonesia maupun negara-negara tropis lain.
    Tips menghadapi angin topan
    Tips menghadapi ,angin topan perlu kita ketahui terutama menjelang musim hujan (musim pancaroba peralihan dari musim kemarau ke musim hujan) seperti sekarang ini. Anin topan dan angin ribut bisa merobohkan pohon dan rumah, maka perlu adanya antisipasi supaya tidak timbul korban jiwa akibat angin topan  dan hujan disertai badai. Indonesia cukup berpeluang terjadinya angin topan terutama di daerah-daerah yang memiliki hamparan dataran luas tanpa adanya penghalang bukit dan gunung yang dapat memecah pusat angin topan.

    Antisipasi terhadap adanya angin topan, hujan disertai badai dan angin ribut dapat dilakukan secara pencegahan sebelum adanya angin topan serta hujan badai, dan penanganan ketika sedang terjadi puting beliung dan hujan badai. Mungkin beberapa tips antisipasi menghadapi angin topan tersebut adalah sebagai berikut :

    Sebelum adanya/datangnya topan
    1.Upayakan tanaman yang berada di sekitar rumah anda tidak terlalu rimbun supaya tidak mudah tumbang ketika diterjang angin topan , apalagi pohon yang dekat dengan rumah anda, usahakan untuk segera dipangkas ketika menjelang musim hujan
    2.Upayakan di rumah anda tersedia obat-obatan, cadangan penerangan, cadangan makanan dan air bersih.
    3.Anda sebaiknya selalu menyimak siaran radio atau televisi menyangkut prakiraan terkini cuaca sekitar anda, atau via Radio komunikasi ORARI, RAPI dan social media





    Senin, 22 April 2013

    Istilah Organik dan Anorganik


    Istilah organik dan anorganik pertama kali diusulkan oleh Karl Wihem Scheele (1742 -1786) dari Swedia pada tahun 1780. Kemudian pada tahun 1807, Jons Jakob Berzelius(1779-1848) mengeluarkan teori bahwa senyawa-senyawa organik hanya dapat dibuat di dalam tubuh makhluk hidup dengan bantuan daya hidup atau Vis Vitalis (Latin), sehingga senyawa organik tidak mungkin dapat dibuat dari senyawa anorganik di laboratorium.
    Oleh karena Berzelius dipandang sebagai ahli kimia terbesar pada saat itu, teorinya dianut oleh para ilmuwan lainnya tanpa ragu-ragu. Ternyata teori Vis Vitalis itu tidak bertahan lama, dan perbaharui oleh murid Berzelius sendiri, Friedrich Wohler (1800 -1882) dari Jerman. Pada tahun 1827, Wohler mereaksikan perak sianat dengan amonium klorida untuk membuat amonium sianat, reaksinya sebagai berikut :
    AgOCN + NH4Cl   —>   NH4OCN + AgCl(s)
    Ketika Wohler menguapkan pelarut air untuk memperoleh kristal padat amonium sianat, ternyata pemanasan yang terlalu lama menyebabkan amonium sianat berubah menjadi urea  NH4OCN —> (NH2)2CO
    Penemuan Wohler itu menggemparkan dunia ilmu kimia, sebab urea (senyawa organik) dapat dibuat dari amonium sianat (senyawa anorganik), atau sebagaimana bunyi surat Wohler kepada Berzelius tertanggal 22 Februari 1828 : “ Saya mampu membuat urea dalam tabung reaksi tanpa bantuan ginjal hewan atau manusia “.
    Sejak saat itu banyak senyawa organik yang diproduksi di laboratorium, bahkan para ahli kimia mampu mensintesis senyawa-senyawa organik yang baru.




    Perbedaan antara senyawa organik dengan senyawa anorganik
    No    Senyawa Organik    Senyawa Anorganik
    1    Kebanyakan berasal dari makhluk hidup dan beberapa dari hasil sintesis    Berasal dari sumber daya alam mineral ( bukan makhluk hidup)
    2    Senyawa organik lebih mudah terbakar    Tidak mudah terbakar
    3    Strukturnya lebih rumit    Struktur sederhana
    4    Semua senyawa organik mengandung unsur karbon    Tidak semua senyawa anorganik yang memiliki unsur karbon
    5    Hanya dapat larut dalam pelarut organik    Dapat larut dalam pelarut air atau organik

    Secara struktur senyawa organik pada dasarnya memiliki rangka utama unsur karbon ( C ) yang mengikat unsur non logam yang lain (hidrogen, oksigen, nitrogen). Sebagian besar senyawa organik adalah senyawa hidrokarbon (tersusun oleh karbon dan hidrogen) kecuali beberapa senyawa seperti urea dimana karbon tidak mengikat hidrogen.
    Dari definisi di atas dapat dijelaskan senyawa karbon dioksida, karbon monoksida, asam karbonat, arang atau berlian adalah bukan senyawa organik karena karbon tidak mengikat hidrogen.
    Senyawa Organik dan Senyawa Anorganik

    Senyawa organik adalah golongan besar senyawa kimia yang molekulnya mengandung karbon, kecuali karbida, karbonat, dan oksida karbon. Studi mengenai senyawaan organik disebut kimia organik. Banyak di antara senyawaan organik, seperti protein, lemak, dan karbohidrat, merupakan komponen penting dalam biokimia.
    Di antara beberapa golongan senyawaan organik adalah senyawa alifatik, rantai karbon yang dapat diubah gugus fungsinya; hidrokarbon aromatik, senyawaan yang mengandung paling tidak satu cincin benzena; senyawa heterosiklik yang mencakup atom-atom nonkarbon dalam struktur cincinnya; dan polimer, molekul rantai panjang gugus berulang.

    Pembeda antara kimia organik dan anorganik adalah ada/tidaknya ikatan karbon-hidrogen. Sehingga, asam karbonat termasuk anorganik, sedangkan asam format, asam lemak pertama, organik.

    Nama "organik" merujuk pada sejarahnya, pada abad ke-19, yang dipercaya bahwa senyawa organik hanya bisa dibuat/disintesis dalam tubuh organisme melalui vis vitalis - life-force.
    Senyawa organik adalah senyawa yang mengandung unsur C dan H dan dapat ditemukan pada semua makhluk hidup misal C6H6O6. Sedangkan senyawa anorganik senyawa yang tidak mengandung / tidak mempunyai ikatan C dan H contohnya NaCl, HCl, CO2.

    Senyawa anorganik didefinikan sebagai senyawa pada alam (di tabel periodik) yang pada umumnya menyusun material / benda tak hidup.

    organik merupakan bagian jasad yang berasal dari jasad hidup, seperti lingkungan hayati sedangkan anorganik berasal dari jasad mati, seperti air, angin, tanah, cuaca, iklim, dll
    atau tiap-tiap benda hidup berasal dari air. Kedua arti tersebut di atas adalah sesuai dengan Sains modern yang mengatakan bahwa kehidupan itu berasal dari air, atau air itu adalah bahan pertama untuk membentuk sel hidup. Tanpa air tak akan ada kehidupan. Jika seseorang berbicara tentang adanya kehidupan dalam suatu planet, lebih dahulu ia bertanya apakah planet itu mengandung air cukup. Hasil-hasil penyelidikan modern

    memungkinkan kita berfikir bahwa benda-benda hidup yang paling kuno adalah termasuk dalam alam tumbuh-tumbuhan. Telah diketemukan lumut-lumut yang berasal daripada
    tanah-tanah yang tertua yang diketahui manusia. Unsur-unsur alam binatang muncul kemudian; binatang juga datang dari lautan. Yang kita terjemahkan dengan "air" adalah kata bahasa Arab Maa', yang berarti air hujan, air laut atau benda yang encer. Dalam arti pertama (air hujan) air merupakan unsure yang sangat perlu untuk kehidupan tumbuh-tumbuhan.




    Kamis, 19 Desember 2013

    MAKALAH BUNGA PURING gratis

    BAB 4
    CARA BUDIDAYA TANAMAN
    4.1 Persiapan Bahan Tanam
    1.    Metode Stek Lebih Cepat
    Metode stek merupakan cara yang paling mudah untuk dilakukan sebab tidak perlu persiapan yang panjang selain itu alat yang digunakan juga tidak terlalu rumit.
    •    Siapkan peralatan yang terdiri dari gunting tanaman, pisau, plastik penutup, tali plastik, pot dan media tanam.
    •    Siapkan media tanam dengan campuran pasir, dengan humus bambu.
    •    Pilih batang puring yang sudah terlihat tua untuk dipotong. Cirinya cukup mudah perhatikan kulit bila sudah berwarna cokelat seperti kulit kayu berarti batang sudah siap di stek.
    •    Potong dengan menggunakan gunting tanaman yang sudah dibersihkan. Hindari pengunaan pisau sebab batang punya struktur yang keras dan mengandung kayu.
    •    Setelah terpisah jangan lupa untuk untuk menutup luka di pohon indukan dengan fungisida.
    •    Bila daun terlihat rimbun potong di bagian bawah dengan menyisakan sekitar 5-7 daun. Tujuannya untuk mengurangi penguapan yang harus di jaga selama proses stek.
    •    Ikat sisa daun mengarah keatas dan tutup dengan plastik untuk mengurangi penguapan.
    •    Rendam potongan bawah dalam larutan perangsang akar sekitar 15-20 menit.
    •    Masukkan dalam media tanam dengan urutan stylofoam/gabus bisa juga dengan menggunakan pecahan genting, selanjutnya masukkan pasir hingga setengah pot. Setelah itu masukkan potongan stek.
    •    Lapisan atas gunakan campuran pasir dengan humus bambu hingga penuh.
    •    Tekan media tanam hingga batang bisa berdiri tegak.
    •    Siram media tanam dengan menggunakan sisa air perangsang akar
    •    Tempatkan ditempat teduh.
    Tanda berhasilnya proses stek bisa dilihat dari kondisi daun selama satu hingga dua minggu. Bila terlihat tetap segar bahkan tumbuh tunas baru berarti stek berhasil dan tutup plastik bisa dilepas. Cara stek ini mempunyai kelebihan cepat dan mudah namun keberhasilan proses ini masih mempunyai keberhasilan hingga 90%. Jadi masih ada kemungkinan 10 persen tidak berhasil.
    Untuk meminimalkan kegagalan usahakan saat melakukan pemotongan stek dipastikan pohon dalam keadaan sehat. Selain itu batang juga harus sudah tua supaya pertumbuhan akar bisa maksimal. Yang tak kalah penting adalah untuk menjaga kelembaban dengan menempatkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari.
    1.    Cara Cangkok Lebih Aman
    Cara kedua yang bisa dilakukan adalah dengan cangkok. Cara ini punya keberhasilan lebih besar dari pada model stek sebab akar di rangsang sebelum batang di potong. Namun beberapa nursery menganggap cara ini jauh lebih merepotkan.
    Pilih batang yang sudah tua dengan warna cokelat. Usahkan batang yang dipilih lebih tua dari metode stek
    •    Siapkan pisau tajam, plastik, media tanam, dan tali plastik.
    •    Kupas kulit batang sekitar 3-4 cm untuk tempat media tanam cangkok.
    •    Masukkan media tanam yang terdiri dari humus daun dan bungkus dengan plastik
    •    Lubangi plastik untuk memberikan sirkulasi udara
    •    Siram media cangkok untuk menjaga kelembaban tanaman jadi jaga agar tidak kering
    •    Bila akar sudah terlihat lepas media tanam dan potong batang.
    •    Masukan dalam pot urutan sama dengan model stek.
    Metode cangkok ini lebih aman sebab saat dipisah dari indukan batang sudah mempunyai akar sehingga yang harus dijaga adalah kandungan nutrisinya. Namun cangkok memang punya waktu lebih lama dan batang yang dipilih harus lebih tua dari metode stek.
    4.2Persiapan Media Tanam
    1.      Tanah Kebun
    Sesuai dengan namanya tanah ini banyak terdapat di kebun, tanah kebun yang terdapat di bawah rumpun bambu dan pisang mengandung banyak humus. Tanahnya berwarna hitam kecoklatan dan kandungan haranya cukup baik, terutama sisa bahan organik.

    2.      Tanah Berpasir
    Tanah berpasir termasuk tanah porous yang memiliki kemampuan cukup baik dalam menyuplai udara untuk perakaran tanaman.
    Kandungan zat hara juga kurang banyak, sehingga harus dicampur dengan kompos dan pupuk kandang.  Tetapi media berpasir cukup baik untuk tanaman hias puring jika dicampur dengan kompos yang cukup dibanding media lain seperti tanah liat maupun sekam.
    4.3Pemeliharaan Tanaman
    1.    1.      Penyiraman
    Saat cuaca normal, penyiraman dilakukan 2-3 hari sekali sementara ketika kemarau, puring sebaiknya disiram sehari sekali.
    1.    2.      Pemupukan
    Berikan pupuk dengan P dan K tinggi, seperti Growmore 6-30-30 atau 10-40-15 untuk memacu pertumbuhan daun dan kemunculan warnanya. Dosisnya 1 sdt pupuk dilarutkan dalam 1 liter air aplikasi dua minggu sekali.
    1.    3.       Berikan Naungan
    Khusus untuk puring yang dicangkok atau direpotting sebaiknya diletakan di tempatn yang memiliki naungan.
    1.    4.      Mengilapkan Daun
    Bersihkan daun menggunakan kain lembut yang basah, lalu olesi dengan santan atau susu murni tanpa gula. Setelah itu, basuh kembali daun dengan kain kering hingga mengkilap. Cara tersebut dilakukan seminggu sekali.

    5. Hama dan Penyakit
    5.1.Hama
    1.     Tungau (Tetranychus sp.)
    Hama ini bersifat poliphag dan menyerang lebih dari 100 jenis tanaman. Tungau betina sekali bertelur kurang lebih 100 butir. Umur satu generasi mencapai 10 hari pada temperatur 300 C atau 22 hari pada temperatur 180 C. tungau aktif pada siang hari dan membuat benang-benang halus. Tungau dewasa berukuran 0,5 mm warnanya kuning pucat hingga kemerahan. Penyebaran tungau dapat terjadi karena angin yang menghembuskan hingga berhamburan, ikut bersama daun yang jatuh, melalui pakaian orang yang lewat didekatnya, alat pertanian, serangga. Hama ini menyerang tanaman pada musim kemarau yang ditandai dengan adanya bintik-bintik pucat dan banyak sarang pada daun. Serangan yang berat menyebabkan daun menggulung berwarna coklat, kemudian berguguran.
    2.     Wereng putih (Empoasca sp.)
    Serangga ini berwarna putih, bentuknya kecil, memiliki sepasang sayap berukuran 0,5 mm. hama ini terdapat di permukaan bawah daun menyerang tanaman hingga menimbulkan noda pada daun. Daun yang terserang berwarna coklat kemerahan seperti terbakar, tepi daun menggulung ke bawah kemudian mongering. Hama meletakkan telurnya di bagian bawah daun. Pengendalian hama ini dengan membakar daun-daun yang terserang hama atau tanaman yang diserang disemprot insektisida Tamaron, Decis, atau Matados dengan konsentrasi 0,2%.
    3.     Thrips sp.
    Hama ini berkembang pesat jika udara kering dan temperatursekitar 260 C – 280 C. panjangnya 1 mm – 2 mm, berwarna hitam, bertelur hingga 50 butir. Lama perkembangan mulai telur sampai dewasa sekitar 33 hari. Kebanyakan thrips bersifat parthenogenesis. Thrips menyerang dengan cara menghisap cairan dari permukaan hingga terjadi bercak berwarna putih seperti perak. Bercak tersebut akan berubah menjadi warna coklat, kemudian daun mati dan gugur. Serangan yang berat menyebabkan daun menjadi keriput seperti terserang virus. Pengendaliannya dengan cara menyemprot insektisida Decis 0,5 cc – 1 cc/liter ait atau Thiodan 2 cc/liter air.
    5.2.Penyakit
    1.     Penyakit Karat
    Penyakit ini menyerang tanaman pada malam hari yang udaranya lembap, banyak hujan, dan berkabut. Serangan berat dapat menimbulkan bercak-bercak berwarna kecoklatan, kemudian daun mongering. Pengendaliannya dengan membuat Drainase media tanam agar air tidak menggenang, daun-daun yang terserang dipotong dan dibakar dan tanaman disemprot dengan fungisida Zineb 2%, atau Dithane M-45 sebanyak 2 – 3 gram/liter air.
    2.     Lumut Kerak
    Lumut ini menempel pada batang dan percabangan tanaman yang tidak terkena cahaya matahari. Serangannya tidak membahayakan, tetapi ganggu kebersihan dan penampilan tanaman karena batang dan percabangan tampak kotor. Pengendaliannya yaitu : (1) Bagian batang yang diserang dipangkas dan dibakar. Cahaya matahari diusahakan dapat menembus seluruh bagian tanaman. (2) Lumut pada batang dibersihkan dengan cara dikerok menggunakan pisau secara hati-hati, jangan sampai kulit batang terluka atau tergores. (3) Batang tanaman yang diserang diolesi dengan fungisida dengan menggunakan kuas, misalnya, Cobox, Zineb, Benlate dan Ridomil dengan konsentrasi 2%.







    Jumat, 03 Juli 2020

    makalh penyakit kulit


    BAB I
    PENDAHULUAN

    A.     Latar Belakang
                Penyakit kulit pada masyarakat dengan standar hidup dan kebersihan yang rendah cenderung meningkat dan endemis. Tingkat kejadian tinggi biasanya terjadi pada daerah yang sedang mengalami musim kemarau yang panjang sehingga sulit untuk mendapat pasokan air bersih. Selain itu juga lingkungan yang kotor dan memiliki sumber air bersih yang sangat minim contohnya seperti pada daerah pemukiman kumuh dapat memicu tingginya tingkatan penyakit kulit.
    Sumber penularan penyakit kulit adalah berupa sentuhan langsung dengan penderita melalui perantara seperti melalui pakaian, selimut, sabun mandi yang dipakai oleh penderita. 
    Penyakit kulit adalah penyakit yang menyerang kulit permukaan tubuh yang disebabkan oleh berbagai macam penyebab. Penyakit kulit juga mempunyai karakteristik gatal-gatal pada saat pagi, siang, sore atau sepanjang hari, timbul pula bintik-bintik, bentol-bentol, ataupun timbul bula-bula yang berisi cairan bening atau nanah pada kulit permukaan tubuh. 
    Penyakit kulit secara umum disebabkan oleh kebersihan yang kurang dijaga, bakteri, virus, reaksi alergi dan daya tahan tubuh rendah. Jika penyebab hanya berupa masalah kebersihan yang kurang dijaga maka masih bisa dilakukan pencegahan dengan merubah gaya hidup menjadi gaya hidup yang lebih bersih dan sehat. 
    Penyakit kulit masih menjadi masalah di Indonesia dikarenakan perubahan cuaca yang tidak menentu dan gaya hidup bersih penduduk yang masih belum terjaga dengan baik menyebabkan penerita penyakit kulit di Indonesia meningkat setiap tahunnya.

    B. Tujuan
    1.      Memenuhi tugas mata pelajaran Pengantar Ilmu Penyakit
    2.      Mengetahui pengertian, penyebab, tanda dan gejala serta penatalaksanaan penyakit kulit
    3.      Mengetahui diagnosa yang timbul pada manusia
    4.      Menentukan perencanaan tindakan pada manusia.

    Untuk Lebih Lengkap
    Silahkan Download Di Sini!!!
    Cara Download :
    1. Klik Link/ Tulisan Download
    2. Anda akan menemukan halaman baru adf.ly/
    3. Klik pojok kanan atas Skip.
    4. Pilih tombol Allow pada pojok kiri atas
    5. Kini anda bisa Download  Gratis

    Senin, 13 Januari 2014

    Antraknose Colletotrichum gloeosporioides HAMA DAN PENYAKIT UTAMA TANAMAN KAKAO DAN PENGENDALIANNYA

    Antraknose Colletotrichum gloeosporioides, Famili Melanconiacea, Ordo Melanconiales
    Penyakit antraknose disebabkan oleh jamur. C. gloeosporioides yang menyerang buah, pucuk/daun muda dan ranting muda. Pada daun muda nampak bintik-bintik coklat tidak beraturan dan dapat menyebabkan gugur daun. Ranting gundul berbentuk seperti sapu dan mati. Pada buah muda nampak bintik-bintik coklat yang berkembang menjadi bercak coklat berlekuk (antraknose). Buah muda yang terserang menjadi layu, kering, dan mengeriput. Serangan pada buah tua akan menyebabkan gejala busuk kering pada ujungnya. Penyakit ini tersebar melalui spora yang terbawa angin ataupun percikan air hujan. Penyakit cepat berkembang terutama pada musim hjan dengan cuaca panas dan kelembaban tinggi.  Pengendalian penyakit :
    -          Dilakukan dengan dengan memangkas cabang & ranting yang terinfeksi, mengambil buah-buah yang sakit dikumpulkan dan ditanam atau dibakar.
    -          Melakukan pemupukan (N,P,K) satu setengah kali dosis anjuran.
    -          Pengaturan naungan sehingga tajuk pohon kakao tidak terkena sinar matahari langsung dan
    -          Perbaikan drainase tanah untuk menghindari genangan air di dalam  kebun.





    atau 

    Kamis, 16 Januari 2014

    Penyakit Vascular streak dieback (VSD) Oncobasidium theobromae HAMA DAN PENYAKIT UTAMA TANAMAN KAKAO DAN PENGENDALIANNYA

    Penyakit Vascular streak dieback (VSD) Oncobasidium theobromae, Kelas Basidiomycetes, Ordo Uredinales
    Penyakit VSD disebabkan oleh O. theobromae, yang dapat menyerang di pembibitan sampai tanaman dewasa. Gejala tanaman terserang, daun-daun menguning lebih awal dari waktu yang sebenarnya dengan bercak berwarna hijau, dan gugur sehingga terdapat ranting tanpa daun (ompong). Bila permukaan bekas menempelnya daun diiris tipis, akan terlihat gejala bintik 3 kecoklatan. Permukaan kulit ranting kasar dan belang, bila diiris memanjang tampak jaringan pembuluh kayu yang rusak berupa garis-garis kecil (streak) berwarna kecoklatan. Penyebaran penyakit melalui spora yang terbawa angin dan bahan vegetatif tanaman. Perkembangan penyakit dipengaruhi oleh kelembaban. Embun dan cuaca basah membantu perkecambahan spora. Pelepasan dan penyebaran spora sangat dipengaruhi oleh cahaya gelap.   
    Pengendalian penyakit :
    -          Dengan memotong ranting/cabang terserang sampai 30cm pada bagian yang masih sehat kemudian dipupuk NPK 1,5 kali dosis anjuran.
    -          Pemangkasan bentuk yang sekaligus mengurangi kelembaban dan memberikan sinar matahari yang cukup. Pemangkasan dilakukan pada saat selesai panen sebelum muncul flush.
    -          Parit drainase dibuat untuk menghindari genangan air dalam kebun pada musim hujan.-Untuk pencegahan, tidak menggunakan bahan tanaman kakao dari kebun yang terserang VSD, dan menanam klon kakao yang tahan atau toleran terhadap VSD.




    atau