• Kamis, 14 Mei 2020

    MAKALAH SOSIOLOGI


    BAB I
    PENDAHULUAN


    A. Latar Belakang Masalah
    Seiring   dengan   perkembangan zaman, kebudayaan umat manusia pun mengalami   perubahan.  Menurut para pemikir post modernis dekonstruksi, dunia tak lagi berada dalam dunia kognisi, atau dunia tidak lagi mempunyai apa yang dinamakan pusat kebudayaan sebagai tonggak pencapaian kesempurnaan tata nilai kehidupan. Hal ini berarti semua kebudayaan duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, dan yang ada hanyalah pusat-pusat kebudayaan tanpa periferi. Sebuah kebudayaan yang sebelumnya dianggap pinggiran akan bisa sama kuat pengaruhnya terhadap kebudayaan yang sebelumnya dianggap pusat dalam kehidupan manusia modern.
    Wajah kebudayaan yang sebelumnya dipahami sebagai proses linier yang selalu bergerak ke depan dengan berbagai penyempurnaannya juga mengalami perubahan. Kebudayaan tersebut tak lagi sekadar bergerak maju tetapi juga ke samping kiri, dan kanan memadukan diri dengan kebudayaan lain, bahkan kembali ke masa lampau kebudayaan itu sendiri.
    Lokalitas kebudayaan karenanya menjadi tidak relevan lagi dan eklektisme menjadi norma kebudayaan baru. Manusia cenderung mengadaptasi berbagai kebudayaan, mengambil sedikit dari berbagai keragaman budaya yang ada, yang dirasa cocok buat dirinya, tanpa harus mengalami kesulitan untuk bertahan dalam kehidupan.
    Perubahan tersebut dikenal sebagai perubahan sosial atau social change. Perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan budaya, namun perubahannya hanya mencakup kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat, kecuali organisasi sosial masyarakatnya. Perubahan sosial tersebut bardampak pada munculnya semangat-semangat untuk menciptakan produk baru yang bermutu tinggi dan hal inilah yang menjadi dasar terjadinya revolusi industri, serta kemunculan semangat asketisme intelektual. Menurut Prof Sartono, asketisme dan expertise ini merupakan kunci kebudayaan akademis untuk menuju budaya yang bermutu.
    Sebagai homo faber, manusia mencipta dan bekerja, untuk memperoleh kepuasan atau self fulfillment. Dalam kaca mata agama dan unsur untuk beribadah, suatu orientasi kepada kepuasan batin dan menuju ke arah sesuatu yang transendental. Di sinilah yang disebut etos bangsa itu muncul.
    Sebenarnya etos bangsa kita juga sudah banyak disinggung oleh para pujangga seperti dalam “Serat Wedatama” karya Mangkunegoro IV yang disebutnya sebagai etos “mesu budi”. Etos ini merupakan suatu ajakan untuk mementingkan penampilan yang bermutu baik lahir, maupun batin, atau kalau dalam bahasa modern disebut juga etos intelektual.
    Kemudian, etos intelektual inilah yang mendorong masyarakat untuk terus berkarya dan terus menciptakan hal-hal baru guna meningkatkan kemakmuran hidupnya, sehingga masyarakat tersebut menjadi masyarakat yang modern. Sedangkan proses menjadi masyarakat yang modern disebut dengan istilah Modernisasi. Jadi dengan kata lain, modernisasi ialah suatu proses transformasi total, suatu perubahan masyarakat dalam segala aspeknya.

    B. Faktor-faktor yang Mendorong Perubahan Masyarakat Menjadi Masyarakat yang Modern
    1. perkembangan ilmu
    2. perkembangan teknologi
    3. perkembangan industri
    4. perkembangan ekonomi

    C. Gejala-gejala Modernisasi
    1. Bidang IPTEK
    Gejala Modernisasi di bidang IPTEK ditandai dengan adanya penemuan dan pembaharuan unsur teknologi baru yang dapat meningkatkan kemakmuran masyarakat.

    2. Bidang Ekonomi
    Gejala Modernisasi di bidang Ekonomi ialah meningkatnya produktivitas ekonomi dan efisiensi sumber daya yang tersedia, serta pemeanfaatan SDA yang memperhatikan kelestarian alam sekitar.


    3. Bidang Politik dan Idiologi
    Pada bidang ini, gejala modern ditandai dengan adanya system pemerintahan perwakilan yang demokratis, pemerintah yang diawasi dan dibatasi kekuasaanya, dihormati hak-hak asasinya serta dijaminnya hak-hak sosial.

    4. Bidang Agama dan Kepercayaan
    Gejala Modernisasi di bidang Agama dan Kepercayaan ditandai dengan adanya pengembangan nalar (rasio) dan kebahagiaan kebendaan (materi), yang pada akhirnya akan menimbulkan paham sekularisasi dan sekularisme.

    Untuk Lebih Lengkap
    Silahkan Download Di Sini!!!
    Cara Download :
    1. Klik Link/ Tulisan Download
    2. Anda akan menemukan halaman baru adf.ly/
    3. Klik pojok kanan atas Skip.
    4. Pilih tombol Allow pada pojok kiri atas
    5. Kini anda bisa Download  Gratis

    Minggu, 08 Desember 2013

    Makalah Bentuk Perubahan Sosial

    Pada beberapa pemikir terdapat tiga tipe perubahan yaitu: perubahan peradaban, perubahan, budaya dan perubahan sosial.
    1.      Perubahan peradaban
    Perubahan adalah keniscayaan, dan perubahan ke arah yang lebih baik tentunya merupakan hasrat dari  setiap individu maupun organisasi. Keharusan sejarah, kita semua terus menerus berhadapan dengan sejarah perkembangan peradaban bangsa yang bergerak ke depan dan tak pernah balik. V. Gordon Childe seorang arkeolog, mendefinisikan peradaban sebagai suatu transformasi elemen-elemen budaya manusia, yang berarti transformasi dalam penguasaan tulis-menulis, metalurgi, bangunan arsitektur monumental, perdagangan jarak jauh, standar pengukuran panjang dan berat, ilmu hitung, alat angkut, cabang-cabang seni dan para senimannya, surplus produksi, system pertukaran atau barter dan penggunaan bajak atau alat bercocok tanam lainnya.
    Bila kita amati secara lebih mendasar lagi, tingkat peradaban manusia terekspresikan dalam tiga indikator utama yaitu bahasa, budaya (segala bentuk dan ragam seni, ilmu pengetahuan dan teknologi) dan agama. Selanjutnya, ketiganya menjadi ciri suatu ras atau bangsa tertentu, beserta suku-sukunya dalam perwilayahan geografisnya masing-masing. Akan tetapi dalam memaknai perubahan peradaban kita harus berpedoman bahwa tidak semua yang kontemporer itu baik dan sebaliknya tidak semua yang lama itu usang dan tidak relevan dengan kehidupan saat ini. Dalam kacamata budaya, bangsa yang besar belajar untuk mengganti apa yang buruk dari budayanya, dan menjaga hal yang baik dari budayanya.
    Melalui fungsi pendidikan dalam mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, maka akan lahirlah generasi yang mampu melaksanakan prinsip how to change the world (bagaimana mengubah dunia) bukan hanya how to see the world (bagaimana melihat dunia). Dan juga, how to lead the change (bagaimana memimpin perubahan), dan bukan hanya how to follow the change (bagaimana ikut dalam perubahan). Oleh karena itu, output pendidikan harus diarahkan menjadi agen perubahan (agent of change). Di sinilah peran pendidikan, di dalam rangka merekat keutuhan dan kesatuan bangsa, menjadi amat sangat menentukan.
    Perubahan peradaban biasanya dikaitkan dengan perubahn-perubahan elemen atau aspek yang lebih bersifat fisik, seperti transportasi, persenjataan, jenis-jenis bibit unggul yang ditemukan, dan sebagainya. Perubahan budaya berhubungan dengan perubahan yang bersifat rohani seperti keyakinan, nilai, pengetahuan, ritual, apresiasi seni, dan sebagainya. Sedangkan perubahan sosial terbatas pada aspek-aspek hubuingan sosial dan keseimbangannya. Meskipun begitu perlu disadari bahwa sesuatu perubahan di masyarakat selamanya memiliki mata rantai diantaranya elemen yang satu dan eleman yang lain dipengaruhi oleh elemen yang lainnya.


    2.      Perubahan kebudayaan
    Pengertian perubahan kebudayaan adalah  suatu keadaan dalam masyarakat yang terjadi karena ketidak sesuaian diantara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan.
    Contoh : Masuknya mekanisme pertanian mengakibatkan hilangnya beberapa jenis teknik pertanian tradisional seperti teknik menumbuk padi dilesung diganti oleh teknik “Huller” di pabrik penggilingan padi. Peranan buruh tani sebagai penumbuk padi jadi kehilangan pekerjaan.
    Semua terjadi karena adanya salah satu atau beberapa unsur budaya yang tidak berfungsi lagi, sehingga menimbulkan gangguan keseimbangan didalam masyarakat. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian yaitu : kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi dan filsafat bahkan perubahan dalam bentuk juga aturan-aturan organisasi social. Perubahan kebudayaan akan berjalan terus-menerus tergantung dari dinamika masyarakatnya.
    Ada faktor-faktor yang mendorong dan menghambat perubahan kebudayaan yaitu:
    a.    Mendorong perubahan kebudayaan

    -          Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi mudah berubah, terutama unsur-unsur teknologi dan ekonomi ( kebudayaan  material).
    -          Adanya individu-individu yang mudah menerima unsure-unsur perubahan kebudayaan, terutama generasi muda.
    -          Adanya faktor adaptasi dengan lingkungan alam yang mudah berubah.
    b. Menghambat perubahan kebudayaan
    -          Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi sukar berubah seperti :adat istiadat dan keyakinan agama ( kebudayaan non material)
    -          Adanya individu-individu yang sukar menerima unsure-unsur perubahan terutama generasi tu yang kolot.
    Ada juga  faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan kebudayaan :
    1. Faktor intern
    •    Perubahan Demografis
    Perubahan demografis disuatu daerah biasanya cenderung terus bertambah, akan mengakibatkan terjadinya perubahan diberbagai sektor kehidupan, c/o: bidang perekonomian, pertambahan penduduk akan mempengaruhi persedian kebutuhan pangan, sandang, dan papan.
    •    Konflik social
    Konflik social dapat mempengaruhi terjadinya perubahan kebudayaan dalam suatu masyarakat. c/o: konflik kepentingan antara kaum pendatang dengan penduduk setempat didaerah transmigrasi, untuk mengatasinya pemerintah mengikutsertakan penduduk setempat dalam program pembangunan bersama-sama para transmigran.
    •    Bencana alam
    Bencana alam yang menimpa masyarakat dapat mempngaruhi perubahan c/o; bencana banjir, longsor, letusan gunung berapi masyarkat akan dievakuasi dan dipindahkan ketempat yang baru, disanalah mereka harus beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan budaya setempat sehingga terjadi proses asimilasi maupun akulturasi.
    •    Perubahan lingkungan alam
    Perubahan lingkungan ada beberapa faktor misalnya pendangkalan muara sungai yang membentuk delta, rusaknya hutan karena erosi atau perubahan iklim sehingga membentuk tegalan. Perubahan demikian dapat mengubah kebudayaan hal ini disebabkan karena kebudayaan mempunyai daya adaptasi dengan lingkungan setempat.
    2. Faktor ekstern
    •    Perdagangan
    Indonesia terletak pada jalur perdagangan Asia Timur denga India, Timur Tengah bahkan Eropa Barat. Itulah sebabnya Indonesia sebagai persinggahan pedagang-pedagang besar selain berdagang mereka juga memperkenalkan budaya mereka pada masyarakat setempat sehingga terjadilah perubahan budaya dengan percampuran budaya yang ada.
    •    Penyebaran agama
    Masuknya unsur-unsur agama Hindhu dari India atau budaya Arab bersamaan proses penyebaran agama Hindhu dan Islam ke Indonesia demikian pula masuknya unsur-unsur budaya barat melalui proses penyebaran agama Kristen dan kolonialisme.
    •    Peperangan
    Kedatangan bangsa Barat ke Indonesia umumnya menimbulkan perlawanan keras dalam bentuk peperangan, dalam suasana tersebut ikut masuk pula unsure-unsur budaya bangsa asing ke Indonesia.
    3.       Perubahan Sosial
    Sedangkan perubahan sosial terbatas pada aspek-aspek hubungan sosial dan keseimbangannya. Meskipun begitu perlu disadari bahwa sesuatu perubahan di masyarakat selamanya memiliki mata rantai diantaranya elemen yang satu dan eleman yang lain dipengaruhi oleh elemen yang lainnya. Perubahan sosial dapat dilihat dari empat teori, yaitu teori kemunculan diktator dan demokrasi, teori perilaku kolektif, teori inkonsistensi status dan analisis organisasi sebagai subsistem sosial.
    Perspektif    Penjelasan Tentang Perubahan
    Barrington Moore, teori kemunculan diktator dan demokrasi    Teori ini didasarkan pada pengamatan panjang tentang sejarah pada beberapa negara yang telah mengalami transformasi dari basis ekonomi agraria menuju basis ekonomi industri.
    Teori perilaku kolektif    Teori dilandasi pemikiran Moore namun lebih menekankan pada proses perubahan daripada sumber perubahan sosial.
    Teori inkonsistensi  status    Teori ini merupakan representasi dari teori psikologi sosial. Pada teori ini, individu dipandang sebagai suatu bentuk ketidak konsistenan antara status individu dan grop dengan aktivitas atau  sikap yang didasarkan pada perubahan.
    Analisis organisasi sebagai subsistem sosial    Alasan kemunculan teori ini adalah anggapan bahwa organisasi terutama birokrasi dan organisasi tingkat lanjut yang kompleks dipandang sebagai hasil transformasi sosial yang muncul pada masyarakat modern. Pada sisi lain, organisasi meningkatkan hambatan antara sistem sosial dan sistem interaksi.
    C.    Bentuk-bentuk Perubahan Sosial
    Berdasarkan cepat lambatnya, perubahan sosial dibedakan menjadi dua bentuk umum yaitu perubahan yang berlangsung cepat dan perubahan yang berlangsung lambat. Kedua bentuk perubahan tersebut dalam sosiologi dikenal dengan revolusi dan evolusi.
    1.      Perubahan evolusi
    Perubahan evolusi adalah perubahan-perubahan sosial yang terjadi dalam proses lambat, dalam waktu yang cukup lama dan tanpa ada kehendak tertentu dari masyarakat yang bersangkutan. Perubahan-perubahan ini berlangsung mengikuti kondisi perkembangan masyarakat, yaitu sejalan dengan usaha-usaha masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Dengan kata lain, perubahan sosial terjadi karena dorongan dari usaha-usaha masyarakat guna menyesuaikan diri terhadap kebutuhan-kebutuhan hidupnya dengan perkembangan masyarakat pada waktu tertentu. Contoh, perubahan sosial dari masyarakat berburu menuju ke masyarakat meramu.


    Menurut Soerjono Soekanto, terdapat tiga teori yang mengupas tentang evolusi, yaitu:
    •    Unilinier Theories of Evolution: menyatakan bahwa manusia dan masyarakat mengalami perkembangan sesuai dengan tahap-tahap tertentu, dari yang sederhana menjadi kompleks dan sampai pada tahap yang sempurna.
    •    Universal Theory of Evolution: menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidak perlu melalui tahap-tahap tertentu yang tetap. Menurut teori ini, kebudayaan manusia telah mengikuti suatu garis evolusi yang tertentu.
    •    Multilined Theories of Evolution: menekankan pada penelitian terhadap tahap perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat. Misalnya, penelitian pada pengaruh perubahan sistem pencaharian dari sistem berburu ke pertanian.
    2.      Perubahan revolusi
    Perubahan revolusi merupakan perubahan yang berlangsung secara cepat dan tidak ada kehendak atau perencanaan sebelumnya. Secara sosiologis perubahan revolusi diartikan sebagai perubahan-perubahan sosial mengenai unsur-unsur kehidupan atau lembaga- lembaga kemasyarakatan yang berlangsung relatif cepat. Dalam revolusi, perubahan dapat terjadi dengan direncanakan atau tidak direncanakan, dimana sering kali diawali dengan ketegangan atau konflik dalam tubuh masyarakat yang bersangkutan.
    Revolusi tidak dapat terjadi di setiap situasi dan kondisi masyarakat. Secara sosiologi, suatu revolusi dapat terjadi harus memenuhi beberapa syarat tertentu, antara lain adalah:
    •    Ada beberapa keinginan umum mengadakan suatu perubahan. Di dalam masyarakat harus ada perasaan tidak puas terhadap keadaan, dan harus ada suatu keinginan untuk mencapai perbaikan dengan perubahan keadaan tersebut.
    •    Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang dianggap mampu memimpin masyarakat tersebut.
    •    Pemimpin tersebut dapat menampung keinginan-keinginan tersebut, untuk kemudian merumuskan serta menegaskan rasa tidak puas dari masyarakat, untuk dijadikan program dan arah bagi geraknya masyarakat.
    •    Pemimpin tersebut harus dapat menunjukkan suatu tujuan pada masyarakat. Artinya adalah bahwa tujuan tersebut bersifat konkret dan dapat dilihat oleh masyarakat. Selain itu, diperlukan juga suatu tujuan yang abstrak. Misalnya perumusan sesuatu ideologi tersebut.
    •    Harus ada momentum untuk revolusi, yaitu suatu saat di mana segala keadaan dan faktor adalah baik sekali untuk memulai dengan gerakan revolusi. Apabila momentum (pemilihan waktu yang tepat) yang dipilih keliru, maka revolusi dapat gagal.
    a.    Perubahan Direncanakan Dan Tidak Direncanakan

    1.      Perubahan yang direncanakan
    Perubahan yang direncanakan adalah perubahan-perubahan yang diperkirakan atau yang telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan di dalam masyarakat. Pihak-pihak yang menghendaki suatu perubahan dinamakan agent of change, yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan dari masyarakat sebagai pemimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan. Oleh karena itu, suatu perubahan yang direncanakan selalu di bawah pengendalian dan [[pengawasan agent of change. Secara umum, perubahan berencana dapat juga disebut perubahan dikehendaki. Misalnya, untuk mengurangi angka kematian]] anak-anak akibat polio, pemerintah mengadakan gerakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN)atau untuk mengurangi pertumbuhan jumlah penduduk pemerintah mengadakan program keluarga berencana (KB).
    2.      Perubahan yang tidak direncanakan dan contoh
    Perubahan yang tidak direncanakan biasanya berupa perubahan yang tidak dikehendaki oleh masyarakat. Karena terjadi di luar perkiraan dan jangkauan, perubahan ini sering membawa masalah-masalah yang memicu kekacauan atau kendala-kendala dalam masyarakat. Oleh karenanya, perubahan yang tidak dikehendaki sangat sulit ditebak kapan akan terjadi. Misalnya, kasus banjir bandang di Sinjai, Kalimantan Barat. Timbulnya banjir dikarenakan pembukaan lahan yang kurang memerhatikan kelestarian lingkungan. Sebagai akibatnya, banyak perkampungan dan permukiman masyarakat terendam air yang mengharuskan para warganya mencari permukiman baru.
    b.      Perubahan Berpengaruh Besar Dan Berpengaruh Kecil
    Apa yang dimaksud dengan perubahan-perubahan tersebut dapat kamu ikuti penjabarannya berikut ini.
    1.      Perubahan berpengaruh besar
    Suatu perubahan dikatakan berpengaruh besar jika perubahan tersebut mengakibatkan terjadinya per- ubahan pada struktur kemasyarakatan, hubungan kerja, sistem mata pencaharian, dan stratifikasi masyarakat. Sebagaimana tampak pada perubahan masyarakat agraris menjadi industrialisasi. Pada perubahan ini memberi pengaruh secara besar-besaran terhadap jumlah kepadatan penduduk di wilayah industri dan mengakibatkan adanya perubahan mata pencaharian.
    2.      Perubahan berpengaruh kecil
    Perubahan-perubahan berpengaruh kecil merupakan perubahan- perubahan yang terjadi pada struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat. Contoh, perubahan mode pakaian dan mode rambut. Perubahan-perubahan tersebut tidak membawa pengaruh yang besar dalam masyarakat karena tidak mengakibatkan perubahan-perubahan pada lembaga kemasyarakatan homolis.





    Selasa, 25 Agustus 2020

    MAKALAH KEHIDUPAN SOSIAL SEBAGAI OBJEKTIVITAS 1


    D. KEHUDUPAN SOSIAL SEBAGAI OBJEKTIVITAS
           Pada hakikatnya manusia sebagai mahkluk individu, makhluk sosial, dan mahkluk berbudaya . sebagai mahkluk yang berbudaya, manusia dapat mengembangkan potensi dirinya ,berinteraksi dan mampu mengelola lingkungan. Ketika kita mengamati kehidupan sosial di lingkungan.masyarakat sekitar,ap yang kita lihat dan kita amati dapat berbagai kajian sosiologi.
             Objek kajian sosiologi yang terdapat di sekeliling kehidupan kita meliputi berbagai hasil tindakann yang berbentuk asosiatif maupun tindakan disosiatif. Tindakan tindakan tindakan yang asosiatif,di antaranya akomodasi , kerja sama,gotong royong ,musyawarah ,dan asimilas.adapun tiindakan yang termasuk disosiatif ,antara lain persaingan,kontravensi , dan konflik [pertentangan].
             Dalam kehidupan masyarakat , muncul berbagai permasalahan sosialuntuk menyikapi hal itu ,kita hendaknya bersikap positif , tengga rasa, kerja sma, solidaritas,dan toleransi.
    Kemajemukan masyarakat
       Masyarakat indonesia terbagi kelompok kelompok tiap kelompok masyarakat memiliki pola perilaku,adat agama dan budaya yang berbeda.
        Kemajemukan masyarakat di indonesia dapat di lihat secara horizontal dan vertikal. Kemajukan secara horizontal . antara lain dapat di liht dari beragamanya ras,suku bangsa dan agama .adapun secara verikal dapat di lihat dapat dilihat dari pelapisan sosial masyarakt
        Ada beberapa faktor pendorong atau penyabab terbentunya kemajemukan masyarakat indonesia yaitu sebagai berikut
    1. Keadaan geografis indonesia
      Dari jejak sejarah diketahui bahwa nene moyang bangsa    indonesia  berasal  dari yunan yaitu suatu wilayah di tingkok  bagian selatan . sampai di indonesia meraka menyaber dan mendiami sekitar 13..600 pulau kondisi geografis yang terpisah pisah mengakibatkan penduduk yang menmpati satu pulau atau sebagian pulau tumbuh menjadi kesatuan kesatuhan suku bangsa yang sedkit banyak terisolasi dengan yang lain.  
    2. Pergaruh kebudayaan asing
    Indonesia terletak pada posisi silang antara dua samudera yaitu sumudera hindia dan samudera pasifik, serta dua benua yaitubenua asia dan benua australia.kondisi yang strategis ini menjadi daya tarik tersendiri bagi bangsa bangsa asing ini,ada yang untuk bergagang ke indonesia.pada abad ke 13 pengaruh islam mulai masuk ke indonesia di bawa oleh para pedagang dari gujarat dan arab
    3. Iklim yang berbeda
    Iklim yang berbeda antara daerah yang satu dengan daerah yang lain di kawasan indonesia menimbulkan kondisi alam yang berbeda.kondisi ini akhirnya membentuk pola-pola perilaku dan sistem mata pencarian yang berbeda-beda pula. Akibatnya, terjadinya keanekaragaman regional antara daerah-daerah indonesia.
    Dari kenyataan tersebut dapat kita dapatkan bahwa indonesia adalah sebuah masyarakat yang beranekaragam. Dengan keaneka ragam tersebut, potensi konflik antar kelompok masyarakat diindonesia cukuplah besar. Bahkan dibeberapa daerah, potensi konflik ini muncul dalam bentuk kekerasan yang berakibat pada kerusakan harta benda hingga hilangnya nyawa manusia. Potensi konflik ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor berikut.
    1. Harga diri dan kebanggaan kelompok terusik.
    2. Pendirian sikap atau sikap yang berbeda
    3. Kebudayaan yang dimiliki tiap etnis berbeda.
    4. Kepentingan politik, ekonomi, dan kekuasaan berbentuk.
    5. Perubahan yang terlalu cepat sehingga menggangu keseimbangan sistem dan keamanan.

    Manfaat Keberagaman Sosial Dan Budaya
        Keberagaman sosial dan budaya yang ada di masyarakat taerkadang menimbulkan berbagai permasalahan,karena itu permasalahan tersebut dengan baik.Sikap masyarakat yang cenderung primordial dan tidak adil akan menjadi penghambat terciptanya masyarakat multikultural. Kondisi ini dapat diminimalisir atau mungkin dihilangkan apabila setiap kelompok masyarakat menyadari manfaat yang dapat dinikmati dari fakta keberagaman sosial budaya tersebut. Beberapa manfaat yang dapat di petik dari adanya keberagaman ini adalah sebagai berikut.
    1. Perbendaharaan bahasa indonesia dapat di perkaya oleh bangsa daerah sebagai salah satu unsur kebudayaan daerah.
    2. Potensi keberagaman budaya dapat dijadikan objek dan tujuan pariwisata indonesia sehingga dapat mendatangkan devisa.
    3. Melalui hubungan yang harmonis antarmasyarakat kearifan budaya lokal dapat digali.
    4. Dengan keberagaman kita dapat duduk bersama saling menghargai dan saling membantu menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi.
    5. Keberagaman dapat mengajarkan suatu pandangan bahwa kebenaran itu tidak dimonopoli oleh satu orang atau satu kelompok saja. Masyarakat multikultur menganggap bahwa dengan saling mengenal dan saling menghargai budaya orang lain, dapat tercipta kehidupan yang penuh toleransi sehingga toleransi sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang aman dan sejahtera.
    6. Keberagaman membuat masyarakat lebih toleran dan berfikiran terbuka. Keberagaman memungkinkan keyakinan yang berbeda dan sistem nilai untuk hidup berdampingan dan masyarakatpun lebih terbuka untuk berubah.
    Dari uraian diatas, kita memahami bahwa keberagaman perlu di sikapi dengan baik untuk menuju masyarakat yang damai dan sejahtra.

    Untuk Lebih Lengkap
    Silahkan Download Di Sini!!!
    Cara Download :
    1. Klik Link/ Tulisan Download
    2. Anda akan menemukan halaman baru adf.ly/
    3. Klik pojok kanan atas Skip.

    4. Pilih tombol Allow pada pojok kiri atas
    5. Kini anda bisa Download Gratis