• Rabu, 12 Maret 2014

    DOWNLOAD MAKALAH SEJARAH TENTANG KERAJAAN TARUMANEGARA

    BAB II
    PEMBAHASAN
    SEJARAH KERAJAAN TARUMANEGARA


    Sejarah Kerajaan Tarumanegara- Tarumanagara atau Kerajaan Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah barat pulau Jawa, tepatnya dengan pusat di daerah Bogor pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M. Kerajaan Tarumanegara sendiri memiliki wilayah kekuasaan yang cukup luas, yaitu mencakup hampir seluruh wilayah Jawa Barat, Banten, dan Jakarta sekarang. Kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan bercorak Hindu tertua di Pulau Jawa dan di Nusantara yang meninggalkan catatan sejarah. Dalam catatan sejarah dan peninggalan artefak di sekitar lokasi kerajaan, terlihat bahwa pada saat itu Kerajaan Taruma adalah kerajaan Hindu beraliran Wisnu.

    A. SUMBER – SUMBER SEJARAH TARUMANEGARA
     PRASASTI
    Ada tujuh buah Prasasti yang membuktikan bahwa pada masa yang lalu telah berdiri sebuah kerajaan (Tarumanegara). Ke tujuh Prasasti itu adalah:
    1. Prasasti Ciaruteum / Ciampea
    Prasasti ini di temukan di daerah Ciampea, Bogor. Teppatnya di tepi sungai Ciaruteun


    Gambar Prasasti Ciaruteun

    Di atas tulisan Prasasti itu ada lukisan laba – laba dan telapak kaki. Tulisannya sendiri berupa uisi/ sajak empat baris bunyinya:
    “ Ini bekas dua kaki, seperti kaki dewa Wisnu. Ialah kaki yang mulia purnawarma, raja di negeri Taruma. Raja yang gagah berani di dunia”
    Dari Prasasti tersebut kita bisa tahu bahwa di daerah tersebut berdiri kerajaan taruma. Rajanya Purnawarman, menganut Hindu / pemuja Dewa Wisnu. Dia juga gagah berani
    2. Prasati Jambu / Pasir Kolengkak
    Prasasti ini di temukan di bukit pasir Kolengkak. Daerah tersebut termasuk perkebunan jambu terletak 30 Km di sebelah barat Bogor
    Tulisan dalam Prasasti ini sebagai berikut:
    “ Sri Purnawarman adalah seorang pemimpin yang tiada taranya. Baginda terkenal gagah berani, jujur dan setia menjalankan tugas. Baginda memerintah di Tarumanegara. Baginda memakai Warman, baju Zirah yang tak dapat di tembus senjata musuh. Ini adalah sepasang kaki. baginda selalu berhasil menggempur kota – kota musuh. Baginda hormat kepada para pangeran. Namun baginda sangat di takuti oleh musuh – musuh baginda”.
    Dari Prasasti diatas kita dapat keterangn bahwa Purnawarman suka memakai Warman (baju Zirah/Besi) yang tidak dapat di tembus senjata. Dari itu juga kita tahu dia sering berperang dan menggempur kota – kota musuhnya


    3. Prasasti Kebon Kopi
    Prasasti ini di temukan di kampung Muara Hilir Cibitung Bulang (Bogor) tak banyak yang di ungkapkan dalam Prasasti ini hanya berupa sepasang telapak kaki (seperti kaki gajah). Tulisan yang ada hanya menyebutkan bahwa itu telapak kaki gajah penguasa Taruma









    Gambar Prasasti Kebon Kopi

    4. Prasasti Pasir Awi
    Prasasti ini di temukan di daerah Pasir Awi, Bogor. Pada Prasasti ini juga ada gambar telapak kaki, Prasasti ini di tulis dengan huruf ikal yang belum dapat diartikan
    5. Prasasti Muara Cianten
    Prasasti ini di temukan di muara Cianten Bogor, seperti Prasasti lain, Prasasti ini juga terdapat telapak kaki. Sayang tulisannya belum dapat di artikan sebab tulisannya dalam huruf ikal sehingga tidak banyak yang di ketahui tentang isinya
    6. Prasasti Tugu
    Di temukan di daerah Cilincing DKI Jakarta atau di tugu. Prasasti ini adalah Prasasti terpanjang dan terpenting dari Tarumanegara. Sekarang Prasasti itu ada di museum Nasional Prasasti itu banyak memuat keterangan kira – kira sebagai berikut:
    “ Dulu kali Candrabagha di gali Purnawarman, Maharaja yang mulia yang mempunyai lengan kencang dan kuat. Setelah sampai ke istana, kali di alirkan ke laut. Istana kerajaan baginda termashur. Kemudian baginda menitahkan lagi menggali sebuah kali. Kali ini sangat indah dan jernih. Kali ini di sebut kali gomati. Kali ini mengalir melalui kediaman nenekanda Purnawarman. Kali Gomati, (galian itu ) 6.122 tumbak panjangnya pekerjaan ini di mulai pada hari baik, tanggal 8 paro petang bulan phalguna dan di sudahi pada hari tanggal ke 13 paro terang bulan Caitra, jadi hanya 21 saja untuk itu diadakan selamatan yang di laksanakan oleh para Brahmana. Untuk selamatan itu Purnawarman menghadiahkan 1.000 ekor sapi”.
    Dari keterangan tersebut dapat di simpulkan Purnawarman pernah memerintah penggalian kali Candrabagha lalu kali Gomati. Panjang galian itu 6.122 tumbak (12 Km) pekerjaan itu di mulai pada hari baik tanggal 8 paro petang bulan Phalguna dan di sudahi pada hari tanggal 13 paro petang Bulan Carita, jadi hanya 21 saja selametan baginda di lakukan brahmana di sertai 1.000 sapi yang di hadiahkan
    Pembuatan galian tersebut yang jelas untuk pengairan sawah dan pengantisipasi banjir. Dari sini kita lihat Purnawarman raja yang memperhatikan kesejahteraan rakyat. Penggalian ini juga memeperhatikan kesejahteraan rakyat. Penggalian ini juga memperlihatkan bahwa pengetahuan bertani Tarumanegara sudah cukup maju
    Menurut para ahli sejarah, kemungkinan besar sungai yang di gali adalah terusan untuk membantu pengaliran sungai Bekasi. Sebab di sebutkan sungai Candrabagha. Menurut Prof. Purbacaraka Chandrabagha dapat di artikan menjadi bekasi = Bhagasasi = Baghacandra = Chandabagha (Sasi = Candra = Bulan)
    Selaian itu Prasasti tugu ini. Mempunyai unsur penanggalan tetapi tidak memakau angka tahun. Dalam Prasasti tugu terdapat kata Phalaguna dan Carita. Yaitu bulan yang bertepatan dengan pebruari – april dalam tarikh Masehi

    7. Prasasti lebak / Cidanghiang
    Prasasti ini di temukan di kampung lebak, tepi sungai Cidanghiang (Munjul) isinya kira – kira
    “ in ilah tanda – tanda keperwiraan yang ulia Purnawarman. Bginda seorang raja Agung dan gagah berani. Baginda adalah raja dunia dan menjadi panji sekalian Raja”
    dari Prasasti ini kita bisa tahu rupanya raja Purnawarman seorang raja yang perkasa yang mempunyai wilayah kekuasaan yang luas. Dia banyak menaklukan raja – raja di daerah sekitarnya
    PETA PENEMUAN PRASASTI










     SUMBER LAIN
    1. Berita Dari Cina
     Fa Hien
    Dia adalah musafir Cina (pendeta Budha) yang terdampar di Yepoti (Yawadhipa/Jawa) tepatnya Tolomo (Taruma) pada tahun 414. dalam catatannya di sebutkan rakyat Tolomo sedikit sekali memeluk Budha yang banyak di jumpainya adalah Brahmana
    Fa Hien juga menyebutkan dalam bukunya Fa Kuo Chien bahwa rakyat Tolomo bermata pencaharian bertani, berdagang ndan pandai membuat minuman dari malai kelapa
    Dari bukti – bukti yang ada para ahli sejarh menduga Tolomo / taluma menurut Fa Hien adalah Tarumanegara
     Dinasti Sui
    Selain berita Fa Hien keberadaan Taruma juga di perkuat dari berita Dinasti Sui, bahwa tahun 528 dan 535 datang utusan dari negeri Tolomo yang terletak di sebelah selatan
     Dinasti Tang Muda
    Berita dinasti Tang Muda menyebutkan tahun 666 dan tahun 669 M datang utusan dari Tolomo nama Tolomo di duga lafal bahasa cina untuk Taruma
    2. Arca Rajarsi, Wisnu Cibuaya I dan II
    1. Arca Rajarsi
    Arca ini termasuk arca yang tua, tapi sayang tidak di ketahui pasti tempat temuanya yang asli berdasarkan berita yang sampai, diperkirakan berasal dari daerah Jakarta. Arca ini menggambarkan Rajarsi sebagaimana di sebutkan dalam Prasasti tugu dan meperlihatkan sifat Wisnu – Surya. Sedang Purnawarman sendiri penganut Mazhab itu
    2. Arca Wisnu Cibuaya I
    Meski berasal dari abad VII M tapi dapat di anggap bisa melengkapi Prasasti Purnawarman. Ini membuktikan adanya aliran seni Jawa Barat. Arca ini memperlihatkan persamaan dengan arca yang di temukan di semenanjung Melayu, Siam dapatlah di duga arca ini mempunyai persamaan dengan langgam seni Palawa di India atau barangkali dengan Caluknya
    3. Arca Wisnu Cibuaya II
    Arca ini juga di temukan di Cibuaya tapi tidak dapat di ketahui pastinya. Di pastikan arca ini agak tua, sesuai dengan pendapat bahwa Jawa Barat masih menjadi pusat seni dan agama. Dan sesuai pula dengan berita Cina yang mengatakan bahwa pada abad VII m masih ada sebuah kerajaan bernama Tolomo (Taruma)

    B. LETAK / WILAYAH KEKUASAAN
    Dari sumber – sumber di atas dapat di simpulkan bahwa Tarumanegara terletak di jawa Barat. Pusatnya belum dapat di pastikan, namun para ahli menduga kali Chandabagha adalah kali Bekasi, kira – kira anatar sungai Citarum dan sungai Cisadane. Adapun wilayah kekuasaan kerajaan Tarumanegara meliputi daerah Banten, Jakarta, sampai perbatasan Cirebon
    C. BERDIRINYA TARUMANEGARA DAN PEMERINTAHANNYA
    Kerajaan Tarumanegara diperkirakan mulai berdiri sejak abad ke V hampir bersamaan dengan Kutai (Kalimantan Timur)
    Kata Tarumanegara berasal dari kata Tarum yaitu sejenis tumbuhan yang daunya di sebut Nila (sejenis zat pewarna Biru). Tarumanegara terletak di Jawa barat. Di kerajaan ini pernah memerintah seorang raja yaitu PURNAWARMAN. Besar kemungkinan raja asli orang Indonesia. Tetapi memakai nama Sansekerta. Sama halnya Asmawarman / Mulawarman raja di Kalimantan Timur
    Kerajaan taruma banyak meninggalkan Prasasti, sayangnya tidak satupun yang memakai angka tahun
    Dan untuk memastikan kapan Tarumanegara berdiri terpaksa para ahli berusaha mencari sumber lain. Dan usahanya tidak sia – sia. Setelahnya ke cina untuk mempelajari hubungan cina dengan Indonesia di masa lampau mereka menemukan naskah – naskah hubungan kerajaan Indonesia dengan kerajaan Cina menyebutnya Tolomo
    Menurut catatan tersebut, kerajan Tolomo mengirimkan utusan ke cina pada tahun 528 M, 538 M, 665 M, 666M. sehingga dapat di simpulkan Tarumanegara berdiri sejak / sekitar abad ke V dan ke VI

    D. RAJA YANG MEMERINTAH
    Tarumanegara mulai berkembang pada abad ke V M. raja yang sangat terkenal adalah Purnawarman. Dia penganut Hindu Wisnu ia di kenal sebagai raja yang gagah berani, tegas, jujur, adil, dan arif di dalam memerintahnya
    Ia memerintah cukup lama kapan ia naik tahta dan kapan ia wafat tidak di ketahui. Namun di duga ia memerintah Taruama pada pertengahan abad ke V

    E. KEADAAN MASYARAKAT
     Mata Pencaharian (Ekonomi)
    Mata pencaharian rakyat taruma di perkirakan
    1. Perburuan di simpulkan dari adanya perdagangan cula badak dan gading gajah dengan cina
    2. Pertambangan disimpulkan dari banyaknya perdagangan emas dan perak
    3. Perikanan di simpulkan dari adanya perdagangan penyu, disamping menangkap penyu juga menangkap ikan
    4. Pertanian disimpulkan dari penggalian kali untuk mengairi sawah – sawah
    5. perdagangan di simpulakan dari adanya hubungan dagang dengan cina
    6. Pelayaran disimpulakan dari pengiriman utusan ke cina
    7. Peternakan di simpulakan dari hadiah 1.000 ekor sapi dari Purnawarman
     Lapisan Masyarakat (Sosial)
    Lapisan masyarakat Tarumanegara di duga terdiri dari:
    1. Keluarga raja dan kaum bangsawan (pangeran) yang memerintah kerajaan
    2. Kaum Brahmana yang memimpin upacara agama dan mengembangkan agama Hindu
    3. Rakyat yang terdiri dari pemburu, pedagang, petani, pelayar, penambang, peternak
    4. Budak - budak
     Kepercayaan (Agama)
    Agama yang dianut adalah:
    1. Agama Hindu seperti yang di anut Purnawarman
    2. Agama Budha meskipun hanya sedikit
    3. penganut animisme dan dinamisme

    F. RUNTUHNYA TARUMANEGARA
    Runtuhnya Tarumanegara belum dapat di ketahui pasti, namun kerajaan Tarumanegara masih mengirimkan utusannya ke cina sampai tahun 669 M. setelah itu tidak di dapatkan lagi berita. Kemungkinan Tarumanegara di taklukan Sriwijaya (sepertihalnya terlulis dalam Prasasti Prasasti Karang berahi). Sehingga dapat di duga runtuhnya Tarumanegara sekitar + tahun 669 M oleh serangan Sriwijaya
    Tarumanegara diperkirakan runtuh pada sekitar abad ke-7 Masehi. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa setelah abad ke-7, berita mengenai kerajaan ini tidak pernah terdengar lagi baik dari sumber kinan besar disebabkan karena adanya tekanan dari Kerajaan Sriwijaya yang terus melakukan ekspansi wilayah.


    RAJA-RAJA DI KERAJAAN TARUMANEGARA

    Tarumanegara sendiri hanya mengalami masa pemerintahan 12 orang raja. Pada tahun 669, Linggawarman, raja Tarumanagara terakhir, digantikan menantunya, Tarusbawa. Linggawarman sendiri mempunyai dua orang puteri, yang sulung bernama Manasih menjadi istri Tarusbawa dari Sunda dan yang kedua bernama Sobakancana menjadi isteri Dapuntahyang Sri Jayanasa pendiri Kerajaan Sriwijaya. Secara otomatis, tahta kekuasaan Tarumanegara jatuh kepada menantunya dari putRA sulungnya, yaitu Tarusbawa.

    Kekuasaan Tarumanegara berakhir dengan beralihnya tahta kepada Tarusbawa, karena Tarusbawa pribadi lebih menginginkan untuk kembali ke kerajaannya sendiri, yaitu Sunda yang sebelumnya berada dalam kekuasaan Tarumanegara. Atas pengalihan kekuasaan ke Sunda ini, hanya Galuh yang tidak sepakat dan memutuskan untuk berpisah dari Sunda yang mewarisi wilayah Tarumanegara.

    Raja-raja Tarumanegara :

    1. Jayasingawarman 358-382
    2. Dharmayawarman 382-395
    3. Purnawarman 395-434
    4. Wisnuwarman 434-455
    5. Indrawarman 455-515
    6. Candrawarman 515-535
    7. Suryawarman 535-561
    8. Kertawarman 561-628
    9. Sudhawarman 628-639
    10. Hariwangsawarman 639-640
    11. Nagajayawarman 640-666
    12. Linggawarman 666-669

    KEHIDUPAN KERAJAAN TARUMANEGARA

    KEHIDUPAN POLITIK

    Berdasarkan tulisan-tulisan yang terdapat pada prasasti diketahui bahwa raja yang pernah memerintah di tarumanegara hanyalah raja purnawarman. Raja purnawarman adalah raja besar yang telah berhasil meningkatkan kehidupan rakyatnya. Hal ini dibuktikan dari prasasti tugu yang menyatakan raja purnawarman telah memerintah untuk menggali sebuah kali. Penggalian sebuah kali ini sangat besar artinya, karena pembuatan kali ini merupakan pembuatan saluran irigasi untuk memperlancar pengairan sawah-sawah pertanian rakyat.

    KEHIDUPANSOSIAL

    Kehidupan social kerajaan tarumanegara sudah teratur rapi, hal ini terlihat dari upaya raja purnawarman yang terus berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan rakyatnya. Raja purnawarman juga sangat memperhatikan kedudukan kaum brahmana yang dianggap penting dalam melaksanakan setiap upacara korban yang dilaksanakan di kerajaan sebagai tanda penghormatan kepada para dewa.

    KEHIDUPAN EKONOMI

    Prasasti tugu menyatakan bahwavraja purnawarman memerintahkan rakyatnya untuk membuat sebuah terusan sepanjang 6122 tombak. Pembangunan terusan ini mempunyai arti ekonomis yang besar nagi masyarakat, Karena dapat dipergunakan sebagai sarana untuk mencegah banjir serta sarana lalu-lintas pelayaran perdagangan antardaerah di kerajaan tarumanegara denagn dunia luar. Juga perdagangan dengan daera-daerah di sekitarnya. Akibatnya, kehidupan perekonomian masyarakat kerajaan tarumanegara sudah berjalan teratur.

    KEHIDUPAN BUDAYA

    Dilihat dari teknik dan cara penulisan huruf-huruf dari prasasti-prasasti yang ditemukan sebagai bukti kebesaran kerjaan tarumanegara, dapat diketahui bahwa tingkat kebudayaan masyarakat pada saat itu sudah tinggi. Selain sebagai peninggalan budaya, keberadaan prasasti-prasasti tersebut menunjukkan telah berkembangnya kebudayaan tulis menulis di kerajaan tarumanegara.
    dalam negeri maupun luar negeri . Para ahli berpendapat bahwa runtuhnya Kerajaan Tarumanegara kemung
    Kerajaan
    jaan Taruma di wilayah kita pada masa yang lalu. Maka kita wajib mensyukurinya. Rasa syukur tersebut dapat di wujudkan dalam sikap dan perilaku dengan hati yang tulus serta di dorong rasa tanggung jawab yang tinggi untuk melestarikan dan memelihara budaya nenek moyang kita. Jika kita ikut berpartisipasi dalam menjamin kelestariannya berarti kita ikut mengangkat derajat dan jati diri bangsa. Oleh karena itu marilah kita bersama – sama menjaga dan memelihara peninggalan budaya bangsa yang menjadi kebanggaan kita semuA







    atau 

    Cara Download :
    1. Klik Link/ Tulisan yang bergaris bawah
    2. Anda akan menemukan halaman baru adf.ly
    3. Klik pojok kanan atas SKIP AD.
    4. Kini anda bisa Download  Gratis

    Selasa, 11 September 2012

    BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

    BAB V
    KESIMPULAN DAN SARAN
        Kesimpulan
    Berdasarkan temuan dan pembahasan yang telah dikemukakan pada bab IV, dapat diambil kesimpulan bahwa
        Pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen dan metode demonstrasi baik digunakan untuk mengembangkan sikap ilmiah. Namun dari kedua metode yang digunakan metode eksperimen lebih baik dibandingkan metode demonstrasi.
        Terdapat perbedaan sikap ilmiah yang di ajar dengan menggunakan metode eksperimen dan metode demonstrasi.
        Saran
    Berdasarkan hasil penelitian dan temuan dilapangan, saya ingin mengemukakan saran sebagai berikut ;
        Sikap ilmiah masih perlu dikembangkan dan diteliti.
        Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran fisika dengan metode praktikum ataupun demonstrasi cukup baik digunakan dalam pembelajaran, tapi meskipun begitu mengingat penelitian ini dilakukan secara terbatas, maka perlu dilakukan dengan subyek yang lebih luas dan pengguaan instrument yang lebih banyak untuk mengungkap kualitas sikap ilmiah.
        Mengingat hasil dari penelitian yang dilakukan cukup baik maka diharapkan dalam pembelajaran fisika menerapkan metode eksperimen maupun metode demonstrasi.




    Download

    Selasa, 02 April 2013

    Teori tentang cahaya


    1. Teori tentang cahaya
    Cahaya adalah energi berbentuk gelombang elekromagnetik yang kasat mata dengan panjan gelombang sekitar 380–750 nm. Pada bidang fisika, cahaya adalah radiasi elektromagnetik, baik dengan panjang gelombang kasat mata maupun yang tidak. Selain itu, cahaya adalah paket partikel yang disebut foton. Kedua definisi tersebut merupakan sifat yang ditunjukkan cahaya secara bersamaan sehingga disebut “dualisme gelombang-partikel”. Paket cahaya yang disebut spektrum kemudian dipersepsikan secara visual oleh indera penglihatan sebagai warna.
    Kelajuan cahaya (kelajuan cahaya dalam ruang vakum; kecepatan cahaya) adalah sebuah konstanta fisika yang disimbolkan dengan huruf c, singkatan dari celeritas (yang dirujuk dari dari bahasa Latin) yang berarti “kecepatan”. Konstanta ini sangat penting dalam fisika dan bernilai 299.792.458 m/s. Nilai ini merupakan nilai eksak disebabkan oleh panjang meter didefinisikan berdasarkan konstanta kelajuan cahaya. Kelajuan ini merupakan kelajuan maksimum yang dapat dilajui oleh segala bentuk energi, materi, dan informasi dalam alam semesta. Kelajuan ini merupakan kelajuan segala partikel tak bermassa dan medan fisika, termasuk radiasi elektromagnetik dalam vakum. Kelajuan ini pula menurut teori modern adalah kelajuan gravitasi (kelajuan dari gelombang gravitasi). Partikel-partikel maupun gelombang-gelombang ini bergerak pada kelajuan c tanpa tergantung pada sumber gerak maupun kerangka acuan inersial pengamat. Dalam teori relativitas, c saling berkaitan dengan ruang dan waktu. Konstanta ini muncul pula pada persamaan fisika kesetaraan massa-energi E = mc2.
    Kelajuan cahaya yang merambat melalui bahan-bahan transparan seperti gelas ataupun udara lebih lambat dari c. Rasio antara c dengan kecepatan v (kecepatan rambat cahaya dalam suatu materi) disebut sebagai indeks refraksi n material tersebut (n = c / v). Sebagai contohnya, indeks refraksi gelas umumnya berkisar sekitar 1,5, berarti bahwa cahaya dalam gelas bergerak pada kelajuan c / 1,5 ≈ 200.000 km/s; indeks refraksi udara untuk cahaya tampak adalah sekitar 1,0003, sehingga kelajuan cahaya dalam udara adalah sekitar 90 km/s lebih lambat daripada c.
    A. Teori Partikel
    Isaac Newton menyatakan dalam Hypothesis of Light pada 1675 bahwa cahaya terdiri dari partikel halus (corpuscles) yang memancar ke semua arah dari sumbernya. Teori ini dapat digunakan untuk menerangkan pantulan cahaya, tetapi hanya dapat menerangkan pembiasan dengan menganggap cahaya menjadi lebih cepat ketika memasuki medium yang padat tumpat karena daya tarik gravitasi lebih kuat.
    B. Teori Gelombang (atau Ray)
    Christiaan Huygens menyatakan dalam abad ke-17 yang cahaya dipancarkan ke semua arah sebagai ciri-ciri gelombang. Pandangan ini menggantikan teori partikel halus. Ini disebabkan oleh karena gelombang tidak diganggu oleh gravitasi, dan gelombang menjadi lebih lambat ketika memasuki medium yang lebih padat. Teori gelombang ini menyatakan bahwa gelombang cahaya akan berinterferensi dengan gelombang cahaya yang lain seperti gelombang bunyi (seperti yang disebut oleh Thomas Young pada kurun ke-18), dan cahaya dapat dipolarisasikan. Kelemahan teori ini adalah gelombang cahaya seperti gelombang bunyi, memerlukan medium untuk dihantar.
    C. Teori lain
    Cahaya dapat dikatakan sebagai gelombang dan dapat dikatakan pula sebagai partikel. Peninjauan cahaya sebagai gelombang didasarkan atas sifat-sifat cahaya, sedangkan cahaya sebagai partikel didasarkan atas perilaku cahaya sebagai paket energi sebesar nhf.
    2. Manfaat cahaya dalam fotografi
    Fotografi adalah proses melukis dengan menggunakan media cahaya. Fotografi merupakan proses untuk menghasilkan gambar atau foto dari obyek tertentu dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai ( jatuh pada objek media sebagai foto ) obyek tersebut pada media yang peka terhadap cahaya. Prinsip fotografi adalah memfokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghasilkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan.
    Teknik foto grafi
    a. Aperture.
    Berfungsi untuk mengatur seberapa besar lensa akan terbuka, semakin besar lensa terbuka, maka akan semakin banyak cahaya yang akan masuk. Jika cahaya yang masuk terlalu banyak maka foto yang di hasilkan akan terlalu kontras dan hasil nya pun kurang efektif.
    b. Shutter Speed.
    Berfungsi untuk mengatur berapa lama mirror terbuka lalu menutup kembali , teknik ini di gunakan untuk untuk membatasi berapa banyak cahaya yang akan masuk ke dalam medium, jika cahaya yang masuk ke dalam medium terlalu banyak atau kita terlalu lama membuka mirror maka akan berpengaruh pada medium bahkan medium terbakar dan gambar tidak bisa di ambil menjadi sebuah output.
    c. ISO atau ASA.
    ISO atau ASA adalah tingkat sensitifitas medium dalam menerima cahaya. Semakin tinggi nilainya, maka akan semakin tinggi tingkat sensitifitasnya. Teknik ini digunakann untuk menghasilkan gambar yang lebih detail hingga hasil output foto akan real seperti objek aslinya karena teknikk ini akan menghasilkan resolusi gambar yang lebih tinggi.
    Kesimpulan
    Cahaya adalah energi berbentuk gelombang elekromagnetik yang kasat mata dengan panjan gelombang sekitar 380–750 nm. Berdasarkan teori yang telah di tulis di atas cahaya dapat di katakana sebagai partikel karena cahaya terdiri dari partikel halus (corpuscles) yang memancar ke semua arah dari sumbernya, tetapi hanya dapat menerangkan pembiasan dengan menganggap cahaya menjadi lebih cepat ketika memasuki medium yang padat tempat karena daya tarik gravitasi lebih kuat dan cahaya dapat di katakana sebagai gelombang karena cahaya dipancarkan ke semua arah merupakan ciri-ciri dari gelombang gelombang yang disebabkan karena gelombang tidak diganggu oleh gravitasi, dan gelombang menjadi lebih lambat ketika memasuki medium yang lebih padat. Untuk lebih jelasnya untuk membedakan cahaya sebagai gelombang dan kondisi tertentu sebagai partikel adalah ketika cahaya di katan sebagai gelombang karena didasarkan atas sifat-sifat cahaya, sedangkan cahaya sebagai partikel didasarkan atas perilaku cahaya sebagai paket energi sebesar nhf. Paket energi inilah jika mengenai katoda dalam solar cell dimana frekuensi datangnya lebih besar dari frekuensi ambang bahan katoda, maka akan mengeluarkan elektron yang akan bergerak menuju anoda.

     
    Rumus dualisme cahaya


    Minggu, 18 Agustus 2013

    LAPORAN (PRAJASTRI) CV.MULTIMAGE KONSULTAN PROGRAM : TEKNIK GAMBAR BANGUNAN ( BAB V PENUTUP)


    BAB V  PENUTUP
        Semua kegiatan yang saya jalani selama Prakerin merupakan pengalaman kerja yang sangat berharga buat saya. Selama itu juga saya dibimbing dengan pembimbing di kantor tempat saya bekerja agar dapat mengetahui kesalahan yang saya lakukan dan dapat mengetahui apa yang belum saya tahu.
        Oleh karena itu saya sangat berterima kasih utamanya kepada Allah swt yang telah memberikan saya kesempatan untuk mengikuti kegiatan ini, ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada pembimbing saya dari pihak sekolah Bpk Hamiru, S.Pd, Direktur Utama CV.MULTIMAGE KONSULTAN
     Bpk. Ir. Sanusi Anwar MT.IAI , terima kasih kepada pembimbing saya di kantor Kak Arman,  beserta kakak-kakak atau teman-teman di kantor tempat saya bekerja yang telah membantu atau memberikan pengetahuan buat saya.
    Mengetahui
           Pembimbing Eksternal                                                 Pembimbing Internal
            
                 (Kaslang ST)                                                         ( Nur Mutmainnah, S.Pd)                          
                   

    Menyetujui
    Kepala sekolah SMK 1 Bone-Bone

                                           Ir. Syafi’l. M.Si
    NIP : 19630305 199303 1 008





    DAFTAR RIWAYAT HIDUP

    A.    Biodata siswa
    Nis             :
    Nama Lengkap    : HARY KUSUMA A
    Tempat Tangal Lahir    : Bukit Sawit 25-10-1995
    Alamat Lengkap    : Kec. Burau Des.Silaja

    B.    Riwayat pendidikan Formal & Non –Formal
    1.    SDN 114 Batangge





    Makassar, 02 November 2012


                                                                                                   Hary kusuma A













    Selasa, 27 Agustus 2013

    Beberapa Jenis Teknik Cetak Tinggi.

    C.    Beberapa Jenis Teknik Cetak Tinggi.
    Teknik Woodcut/ Cukil Kayu
    Sejarah singkat perkembangan teknik woodcut atau cukil kayu atau relief,  yang sering disebut juga sebagai xilografi (xylography), sebagai teknis grafis paling awal, yang makin lama makin ditinggalkan, meskipun sebenarnya masih cukup bermanfaat bagi beberapa kebudayaan, mengingat kelebihan-kelebihan yang bermanfaat bagi perjuangan-perjuangan pada kondisi tertentu. Teknik cukil kayu ini di China telah digunakan untuk mencetak gambar dan tulisan sejak abad ke-5. Sedangkan di Eropa teknik ini dikembangkan sekitar tahun 1400-an, hingga teknik serupa dimassalkan oleh Gutenberg. Di Jepang cukil kayu yang dikenal sebagai Ukiyo-e, pernah mengalami masa keemasan di masa periode Edo (1600-1868 Masehi). Cetakan-cetakan tersebut berupa fiksi yang banyak bersubyekkan dunia Geisha serta prostitusi yang marak di jaman feodal Jepang saat itu. Cetakan-cetakan tersebut sangat digandrungi masyarakat klas menengah dan atas saat itu. Cetakan-cetakan yang halus dirilis dalam ilustrasi buku, kemudian menjadi ikon seni rupa Jepang saat itu, bahkan Ukiyo-e merupakan cikal bakal bagi perkembangan komik Jepang yang membanjiri toko-toko buku dunia saat ini. Namun dengan adanya Restorasi Meiji, sebagai respon dari tekanan Komodor Perry bersama Delegasi Amerika dalam Perjanjian Tanagawa pada tahun 1854 untuk membuka pasar serta peradabannya. Setelahnya, para interprenur barat telah memboyong tradisi seni Jepang ke dunia barat terutama ke Paris. Setelah kedatangan mereka, produk-produk seni budaya termasuk tradisi cukil kayu membanjiri dunia barat terutama Paris yang menjadi pusat kesenian saat itu. para pelukis beraliran Impresionist maupun post-Impresionis beramai-ramai menggunakan semangat, teknik ataupun efek teknik Ukiyo-e dalam berkarya. Sedangkan di Jepang sendiri perkenalan teknik cetak yang lebih efisien untuk industri pencetakan modern yang diimport dari dunia barat telah meredupkan tradisi Ukiyo-e.
    Di Eropa banyak pula pekarya atau kriyawan yang menggunakan media ini untuk berkarya serta mengekspresikan pandangan sosial politiknya. seperti Kathe Kolwitz yang dengan lihainya menggambarkan pergolakan politik di masa dan di tempatnya berpijak. Sedangkan di Indonesia sebelum dan setelah jatuhnya Rezim Orde Baru di bawah komando Jendral bintang lima Soeharto (REPELITA) cukil kayu mulai menjamur sebagai alat untuk memotret realita dan merespon permasalahan sosial hingga mengagitasi (merombak) kesadaran massa untuk berontak dan melawan kezaliman yang digelorakan oleh JAKER (Jaringan Kerja kesenian Rakyat) termasuk kelompok-kelompok yang ada diorbit mereka seperti Komunitas Anak-Anak Sanggar Suka Banjir, Solo, yang telah mengenal alat ini seperti yang terlihat disebuah terbitan ’alternatif Ajang’ sebelum keruntuhan rezim di atas. Perlu disebut, penggunaan media cukil kayu pernah mencapai masa keemasannya oleh Senirupa-ITB, STSRI’ASRI’, dan SSRI-SMSR.  Juga ketika media ini diusung oleh Lembaga Budaya Kerakyatan Taring Padi yang berbasiskan mahasiswa-mahasiswa ISI (Institut Seni Indonesia). Karya-karya tinggi estetika yang bertemakan ajakan melawan sisa-sisa orde baru, tema lingkungan hidup dan sosial serta tema kerakyatan lainnya.
    Dewasa ini media propaganda dari cukil kayu semakin ditinggalkan. Tradisi ini hanya tersisa dibeberapa komunitas marjinal seperti Sanggar Caping, Nurani Senja, Indie Art, JAKER, serta beberapa komunitas lainnya. Hal ini disebabkan oleh dua hal yang mendasar. Pertama, sebagai media berekspresi telah berkembang media-media baru seperti berkembangnya teknis pencetakan. Pencetakan selebaran, poster maupun media propaganda lainnya semakin massal, mudah dan murah. Kedua, berkembang pesatnya komputer grafis mengakibatkan migrasinya sebagian besar pekarya atau kriyawan untuk menggunakan photoshop, Corel Draw dan 3G lainnya, sebagai ungkapan bahasa visual.
    Namun ketika hak paten didengungkan, termasuk software komputer grafis sepenuhnya berpaten sebagai konsekuensi dari globalisasi, sehingga berimbas kepada harga yang mahal kalau tidak berhadapan dengan mekanisme hukum sebagai pembajak, beberapa pihak penganut faham seni murni mencoba kembali menggunakan kembali seni cukil kayu yang terlihat orisinal. Termasuk yang dilakukan oleh Galeri Publik, Decenta (1973), Institute for Global Justice yang bekerja sama dengan JAKER dan Indie art. Mereka mengadakan diskusi tentang media ini dan kemudian merancang serta melaksanakan workshop-workshop cukil kayu di beberapa komunitas kaum miskin kota dan komunitas buruh dipinggiran Jakarta yang kemudian dipamerkan. Ternyata sambutan masyarakat begitu antusias, ketika hasil karya manual dapat diperbanyak secara instan. Tema-temanya pun beragam, tetapi ternyata banyak dari karya-karya peserta workshop yang kebanyakan pemuda, pekerja seni maupun buruh ini banyak bicara tentang sistem ekonomi-politik yang ada dikaitkan dengan realitas sosial yang ada. Dari gambaran kekumuhan di bawah jembatan layang, hingga badan-badan ekonomi dunia yang samar samar mereka pahami sebagai penyebab krisis ekonomi yang ada. Jelas sudah rakyat awam membutuhkan media-media alternatif untuk ‘berbicara’ ketika media massa besar dirasakan kurang menggambarkan permasalahan sesungguhnya di tingkatan keseharian. Nampaknya gairah itu menyeruak kembali.
    Pengertian dan prosedur teknik woodcut atau relief atau cukil kayu
    teknik woodcut adalah teknik cetak tinggi yang menggunakan bahan dasar sebuah papan kayu yang diratakan permukaanya. Jenis kayu dan bentuk kayu yang digunakan tergantung selera penciptanya sendiri. Adapun urutan kerja atau proses kerja pembuatan karya grafis dengan teknik ini adalah sbb:
    Pertama, merencanakan desain atau gambar kerja yang merupakan tuangan ide yang unik lagi artistik pada suatu bidang gambar. Rencana atau desain ini harus dibuat terlebih dahulu, sebab tanpa melalui fase ini dapat saja proses pembuatannya nanti akan terhambat atau bahkan akan gagal.
    Kedua, memilah gambar mana yang akan dijadikan sebagai penghantar tinta dan mana yang bukan. Ketiga, memindahkan rencana atau desain tersebut ke permukaan atau bidang papan kayu yang akan dicukil atau ditoreh. Keempat, menoreh atau mencukil bagian yang tidak digunakan untuk menghantarkan tinta (bagian negatif) dengan menggunakan pisau atau alat cukil (wood cut). Teknik mencukil ini hendaknya memperhatikan arah serat kayu, disamping itu kondisi alat cukilnya juga harus tajam. Kelima, setelah pekerjaan menoreh atau mencukil diangap selesai, maka acuan cetak telah terwujud, dengan demikian acuan siap untuk dilumuri warna atau tinta cetak terlebih dahulu.
    Pada prinsipnya setiap acuan atau bagian yang positif akan dipergunakan dalam proses pencetakan hanya untuk satu warna saja, oleh karena itu bila menghendaki atau ingin membuat karya yang multi-warna atau poli warna, maka acuan yang dipergunakan untuk menghantarkan warna harus sesuai dengan jumlah warna yang dikehendaki. Tentunya tanpa menyiapkan atau merencanakan desain yang lengkap atau rinci akan mengalami kesulitan dalam mencari ketepatan atau kesempurnaan hasil cetakannya. Dengan demikian untuk memudahkan dan mencari ketepatan atau kesempurnaan hasil karya, pertama-tama harus dibuat desain induk yang telah lengkap dengan warna yang dikehendaki, yang kemudian dibuat separasi gambar kerja. Sehingga untuk setiap warna ditera terpisah pada bidang bahan acuan yang berlainan.
    Seniman perintis ’seni grafis Indonesia’ adalah Mochtar Apin, Baharoedin Marasutan, A.D. Pirous (1933),  Kaboel Suadi, T. Sutanto (1941), Haryadi Suadi (1939), Setiawan Sabana, S. Prinka dan lainnya. Dimana pertumbuhan seni grafis sesungguhnya lebih diprakarsai oleh perupa, pelukis, pematung dan kriyawan, dengan mencari alternatif baru menuangkan ekspresi seni cetak-mencetak atau seni reproduksi. Mochtar Apin dari Bandung dan Baroedin Marasutan dari Jakarta yang berlatarbelakang pelukis, membuat sekumpulan seni cukilan kayu ke beberapa negara sahabat yang mengakui kedaulatan RI. Pada tahun 1946. Kedua tokoh ini sebagai perintis, serta karyanya dianggap sebagai momentum bersejarah dan berdirinya program seni grafis di perguruan tinggi dan di sekolah menengah. Pameran seni grafis pertama yaitu ketika 5 seniman Bandung seperti Mochtar Apin, AD.Pirous, Kaboel Suadi, T.Sutanto dan Haryadi Suadi tahun 1972-an memamerkan karya mereka di Balai Budaya Jakarta, dengan keunikan bahan dari potongan hardboard bekas pameran di gedung Pola Jakarta yng digubah menjadi karya seni grafis cukilan kayu. Disusul oleh munculnya studio RedPoint di Bandung, sebagau usaha pencarian tingkat lanjut dalam estetika dan teknik cetak. Pameran setengah abad seni grafis Indonesia tahun 2000 dan pameran seni grafis eksplorasi mediun, eksplorasi gagasan  tahun 2001 mendapat respon dari pegrafis seluruh Indonesia, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali.  Tahun 2003  diadakan Trinal Seni Grafis melibatkan lebih banyak pegrafis seluruh Indonesia terutama tambahan dari Palembang, Padang, Jambi, Medan, Makassar dan lainnya.
    Dalam Warta Bentara Budaya, 11 April 2012, Trinale Seni Grafis yang ke-4 'Seni Grafis Indonesia' diselenggarakan.




    Penyelenggaraan Trienale Seni Grafis kali ini memasuki babak yang ke-4. Dari tradisi kegiatan semacam ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mencatat pertumbuhan kualitas dan kuantitas pegrafis secara individu maupun komunitas. Tujuannya tak berubah sejak pertama kali diselenggarakan pada 2003, yaitu selain berperan sebagai jawaban atas kelangkaan pameran seni grafis yang melanda dunia seni rupa Indonesia mutakhir, juga sebagai upaya untuk melakukan pengukuhan terhadap eksistensi seni grafis Indonesia.
    Pertumbuhan seni grafis Indonesia masih sangat muda, bila dibandingkan dengan tradisi mencetak di China, Jepang dan Eropa yang sudah tumbuh beberapa abad silam. Perkembangannya pun menuai kendala, dimana kedudukannya sederajat dengan seni lukis yang lebih populer, sehingga apresiasi sangat kurang disamping itu pameran seni grafis juga langka.
    Karya grafis seniman anak bangsa yang lebih muda dan memakai teknik woodcut adalah Tisna Sanjaya, dari ITB. Agus M.U. dari ISI Denpasar, Dedok, dll.






    Karya Seni Grafis Agus Mulyadi Utomo
    AC. Andre Tanama, lahir di Yogyakarta, 28 Maret 1982 lulusan IKIP Seni Rupa jogja dan ITB Seni Rupa (1979-1986), sekarang Dosen seni rupa ISI Jogja. Karyanya yang fenomenal adalah “Hegemoni Teknologi”. Karya ini pertama kali dipamerkan dalam Trienal Seni Grafis Indonesia II yang diselenggarakan di Bentara Budaya,Yogjakarta, 14-23 September 2006, mendapat pengakuan dari panitia penyelenggara, A.C. Andre Tanama dinobatkan sebagai jawara. Secara teknik sebenarnya karya ini menggunakan cukil kayu, namun dalam finishingnya. AC. Andre Tanama menggunakan teknik cetak digital dan hal inilah yang sempat menjadi perbincangan di kancah seniman Grafis terkait penggunaan media komputer dalam seni grafis.
    Peralatan cetak tinggi dapat terwujud melalui beberapa cara yaitu teknik Woodblock, Hardboard, Linocut, dan Collage. Karena perbedaan teknik itulah, maka alat yang dipergunakan berbeda pula, alat tersebut antara lain sebagai berikut: Pisau Cukil, alat ini dipergunakan untuk mencukil bagian dari kayu yang tidak dipergunakan untuk menghantarkan tinta. Bentuk ujung pisau cukil bervariasi, yaitu berbentuk lengkung kecil, dan lengkung sedang, berbentuk “v” kecil dan “v” besar, beerbentuk datar, dan berbentuk serong. Kaca, alat ini digunakan untuk mengaduk atau tempat mengolah tinta.
    Alat Kapi atau Palet, alat ini digunakan untuk mengaduk atau mencampur tinta di permukaan kaca. Rol, alat ini terbuat dari karet dengan pegangan kayu ada pula yang besi. Rol karet ini berfungsi untuk menghantarkan tinta dari kaca setelah mengalami fase pengolahan diterapkan ke kayu yang telah ditoreh dengan pisau cukil. Hand-Press, hand-press atau alat tekan adalah alat yang digunakan untuk mencetak acuan kebidang kertas.
    Bahan cetak tinggi, bahan yang digunakan secara umum adalah Tinta, Afduner atau Tiner, dan Kertas manila atau sejenisnya baik berwarna maupun tidak. Sedang bahan secara khusus tergantung teknik yang digunakan, teknik Woodblock menggunakan bahan kayu, teknik Harboard menggunakan bahan Hardboard, teknik Linocut menggunakan bahan linolium, teknik Collage menggunakan bahan karton atau bahan lain yang memiliki sifat-sifat seperti karton.





    atau 

    Cara Download :
    1. Klik Link/ Tulisan yang bergaris bawah
    2. Anda akan menemukan halaman baru adf.ly
    3. Klik pojok kanan atas SKIP AD.
    4. Kini anda bisa Download  Gratis