• Kamis, 30 Agustus 2018

    makalah bunga puring


    http://zipansion.com/2NLjP
    1.Deskripsi Puring

    Puring (Codiaeum variegatum), puding, atau kroton adalah tanaman hias pekarangan populer berbentuk perdu dengan bentuk dan warna daun yang sangat bervariasi. Beragam kultivar telah dikembangkan dengan variasi warna dari hijau, kuning, jingga, merah, ungu, serta campurannya.

    2.Ciri-Ciri
    Ciri tumbuhan puring :
    1. berbentuk perdu
    2. warna dan bentuk daun bervariasi
    3. bentuk daun antara lain : memanjang, oval, tepi bergelombang, helainya yang "terputus-putus"
    4. batangnya menghasilkan lateks berwarna putih pekat dan lengket.
    Tanaman puring adalah salah satu kelompok tanaman hias.Tanaman puring memiliki bermacam-macam jenis.Tiap jenisnya memiliki cirri-ciri yang berbeda. Salah satu yang dapat kita lihat perbedaannya adalah pada daunnya. Ada berbagai macam tipe daun pada puring.Diantaranya ada yang daunnya panjang, bulat, oval, lebar, sirip ikan dan ada juga yang berdaun trisula. Disini saya akan membahas beberapa macam puring yang berdaun trisula.
    3.    Cara menanam Puring
    Cara menanam Puring yang baik ialah
    1.        Syarat media tumbuh.
    Media tumbuh yang baik harus mampu mengikat dan menyimpan air dan hara dengan baik, memiliki sistem sanitasi, aerasi dan drainase yang baik, sehingga tidak menjadi sumber penyakit dan bersifat tahan lama. Jangan sampai kondisi media tanam tersebut terlalu lembab.Komposisi media tumbuh puring bisa terdiri atas tanah merah, humus daun, sekam bakar, pupuk kandang dan bambu.



    2.     Penyiraman.
    Puring akan tumbuh baik bila kebutuhan air tercukupi. Penyiraman dilakukan satu kali sehari, pagi atau sore jika kondisi panas, atau dua hari sekali jika kondisi hujan, atau jangan disiram jika kondisi media masih basah. Kelebihan air bisa menyebabkan akar busuk yang ditandai dengan rontoknya daun-daun muda.
    3.    Pencahayaan.
               Cahaya dianggap mampu membuat warna puring menjadi lebih cerah. Puring yang kurang cahaya warnanya akan memudar. Oleh karena itu, ada baiknya pemilik tanaman memenuhi kebutuhan tanaman ini akan cahaya matahari secukupnya. Bila puring dijadikan tanaman hias indoor, setiap sepekan sekali puring dikeluarkan agar kebutuhan akan panas atau cahaya matahari bisa tercukupi.
    4.     Pemupukan.
                 Pemupukan bisa dilakukan melalui akar atau daun, setiap tiga bulan sekali. Pemupukan melalui akar dengan cara disiram atau ditabur di atas media sedangkan pemupukan melalui daun dengan penyemprotan. Dosis yang digunakan disesuaikan dengan jenis pupuk. Saat melakukan pemupukan, ada baiknya juga disertai dengan penggantian media tanam
     Cara menanam puring baik ditanam di media tanah langsung, akan tetapi bisa juga di dalam pot. Untuk menanam di dalam pot, sebaiknya menggunakan campuran tanah, humus, dan pasir dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Kemudian, masukan bibit pada pot yang sudah diisi dengan media tanam tadi. Puring jika sering dipangkas akan cepat lebat dan kelihatan indah menarik, dan perawatan puring sangat mudah cukup dengan menyiramnya setiap hari. Puring dapat dikembang biakan dengan cara di stek dan di cangkok.
    Untuk menanam puring tumbuh subur,anda harus menanam tanaman hias ini di tempat yang terjangkau matahari.jika kekurangan cahaya matahari,daun puring sebagai daya tarik utama akan berwarna hijau saja tanpa warna-warna seperti biasa.


    Untuk Lebih Lengkap
    Cara Download :
    1. Klik Link/ Tulisan Download
    2. Anda akan menemukan halaman baru adf.ly/
    3. Klik pojok kanan atas Skip.
    4. Kini anda bisa Download  Gratis

    Kamis, 19 Desember 2013

    MAKALAH BUNGA PURING gratis

    BAB 4
    CARA BUDIDAYA TANAMAN
    4.1 Persiapan Bahan Tanam
    1.    Metode Stek Lebih Cepat
    Metode stek merupakan cara yang paling mudah untuk dilakukan sebab tidak perlu persiapan yang panjang selain itu alat yang digunakan juga tidak terlalu rumit.
    •    Siapkan peralatan yang terdiri dari gunting tanaman, pisau, plastik penutup, tali plastik, pot dan media tanam.
    •    Siapkan media tanam dengan campuran pasir, dengan humus bambu.
    •    Pilih batang puring yang sudah terlihat tua untuk dipotong. Cirinya cukup mudah perhatikan kulit bila sudah berwarna cokelat seperti kulit kayu berarti batang sudah siap di stek.
    •    Potong dengan menggunakan gunting tanaman yang sudah dibersihkan. Hindari pengunaan pisau sebab batang punya struktur yang keras dan mengandung kayu.
    •    Setelah terpisah jangan lupa untuk untuk menutup luka di pohon indukan dengan fungisida.
    •    Bila daun terlihat rimbun potong di bagian bawah dengan menyisakan sekitar 5-7 daun. Tujuannya untuk mengurangi penguapan yang harus di jaga selama proses stek.
    •    Ikat sisa daun mengarah keatas dan tutup dengan plastik untuk mengurangi penguapan.
    •    Rendam potongan bawah dalam larutan perangsang akar sekitar 15-20 menit.
    •    Masukkan dalam media tanam dengan urutan stylofoam/gabus bisa juga dengan menggunakan pecahan genting, selanjutnya masukkan pasir hingga setengah pot. Setelah itu masukkan potongan stek.
    •    Lapisan atas gunakan campuran pasir dengan humus bambu hingga penuh.
    •    Tekan media tanam hingga batang bisa berdiri tegak.
    •    Siram media tanam dengan menggunakan sisa air perangsang akar
    •    Tempatkan ditempat teduh.
    Tanda berhasilnya proses stek bisa dilihat dari kondisi daun selama satu hingga dua minggu. Bila terlihat tetap segar bahkan tumbuh tunas baru berarti stek berhasil dan tutup plastik bisa dilepas. Cara stek ini mempunyai kelebihan cepat dan mudah namun keberhasilan proses ini masih mempunyai keberhasilan hingga 90%. Jadi masih ada kemungkinan 10 persen tidak berhasil.
    Untuk meminimalkan kegagalan usahakan saat melakukan pemotongan stek dipastikan pohon dalam keadaan sehat. Selain itu batang juga harus sudah tua supaya pertumbuhan akar bisa maksimal. Yang tak kalah penting adalah untuk menjaga kelembaban dengan menempatkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari.
    1.    Cara Cangkok Lebih Aman
    Cara kedua yang bisa dilakukan adalah dengan cangkok. Cara ini punya keberhasilan lebih besar dari pada model stek sebab akar di rangsang sebelum batang di potong. Namun beberapa nursery menganggap cara ini jauh lebih merepotkan.
    Pilih batang yang sudah tua dengan warna cokelat. Usahkan batang yang dipilih lebih tua dari metode stek
    •    Siapkan pisau tajam, plastik, media tanam, dan tali plastik.
    •    Kupas kulit batang sekitar 3-4 cm untuk tempat media tanam cangkok.
    •    Masukkan media tanam yang terdiri dari humus daun dan bungkus dengan plastik
    •    Lubangi plastik untuk memberikan sirkulasi udara
    •    Siram media cangkok untuk menjaga kelembaban tanaman jadi jaga agar tidak kering
    •    Bila akar sudah terlihat lepas media tanam dan potong batang.
    •    Masukan dalam pot urutan sama dengan model stek.
    Metode cangkok ini lebih aman sebab saat dipisah dari indukan batang sudah mempunyai akar sehingga yang harus dijaga adalah kandungan nutrisinya. Namun cangkok memang punya waktu lebih lama dan batang yang dipilih harus lebih tua dari metode stek.
    4.2Persiapan Media Tanam
    1.      Tanah Kebun
    Sesuai dengan namanya tanah ini banyak terdapat di kebun, tanah kebun yang terdapat di bawah rumpun bambu dan pisang mengandung banyak humus. Tanahnya berwarna hitam kecoklatan dan kandungan haranya cukup baik, terutama sisa bahan organik.

    2.      Tanah Berpasir
    Tanah berpasir termasuk tanah porous yang memiliki kemampuan cukup baik dalam menyuplai udara untuk perakaran tanaman.
    Kandungan zat hara juga kurang banyak, sehingga harus dicampur dengan kompos dan pupuk kandang.  Tetapi media berpasir cukup baik untuk tanaman hias puring jika dicampur dengan kompos yang cukup dibanding media lain seperti tanah liat maupun sekam.
    4.3Pemeliharaan Tanaman
    1.    1.      Penyiraman
    Saat cuaca normal, penyiraman dilakukan 2-3 hari sekali sementara ketika kemarau, puring sebaiknya disiram sehari sekali.
    1.    2.      Pemupukan
    Berikan pupuk dengan P dan K tinggi, seperti Growmore 6-30-30 atau 10-40-15 untuk memacu pertumbuhan daun dan kemunculan warnanya. Dosisnya 1 sdt pupuk dilarutkan dalam 1 liter air aplikasi dua minggu sekali.
    1.    3.       Berikan Naungan
    Khusus untuk puring yang dicangkok atau direpotting sebaiknya diletakan di tempatn yang memiliki naungan.
    1.    4.      Mengilapkan Daun
    Bersihkan daun menggunakan kain lembut yang basah, lalu olesi dengan santan atau susu murni tanpa gula. Setelah itu, basuh kembali daun dengan kain kering hingga mengkilap. Cara tersebut dilakukan seminggu sekali.

    5. Hama dan Penyakit
    5.1.Hama
    1.     Tungau (Tetranychus sp.)
    Hama ini bersifat poliphag dan menyerang lebih dari 100 jenis tanaman. Tungau betina sekali bertelur kurang lebih 100 butir. Umur satu generasi mencapai 10 hari pada temperatur 300 C atau 22 hari pada temperatur 180 C. tungau aktif pada siang hari dan membuat benang-benang halus. Tungau dewasa berukuran 0,5 mm warnanya kuning pucat hingga kemerahan. Penyebaran tungau dapat terjadi karena angin yang menghembuskan hingga berhamburan, ikut bersama daun yang jatuh, melalui pakaian orang yang lewat didekatnya, alat pertanian, serangga. Hama ini menyerang tanaman pada musim kemarau yang ditandai dengan adanya bintik-bintik pucat dan banyak sarang pada daun. Serangan yang berat menyebabkan daun menggulung berwarna coklat, kemudian berguguran.
    2.     Wereng putih (Empoasca sp.)
    Serangga ini berwarna putih, bentuknya kecil, memiliki sepasang sayap berukuran 0,5 mm. hama ini terdapat di permukaan bawah daun menyerang tanaman hingga menimbulkan noda pada daun. Daun yang terserang berwarna coklat kemerahan seperti terbakar, tepi daun menggulung ke bawah kemudian mongering. Hama meletakkan telurnya di bagian bawah daun. Pengendalian hama ini dengan membakar daun-daun yang terserang hama atau tanaman yang diserang disemprot insektisida Tamaron, Decis, atau Matados dengan konsentrasi 0,2%.
    3.     Thrips sp.
    Hama ini berkembang pesat jika udara kering dan temperatursekitar 260 C – 280 C. panjangnya 1 mm – 2 mm, berwarna hitam, bertelur hingga 50 butir. Lama perkembangan mulai telur sampai dewasa sekitar 33 hari. Kebanyakan thrips bersifat parthenogenesis. Thrips menyerang dengan cara menghisap cairan dari permukaan hingga terjadi bercak berwarna putih seperti perak. Bercak tersebut akan berubah menjadi warna coklat, kemudian daun mati dan gugur. Serangan yang berat menyebabkan daun menjadi keriput seperti terserang virus. Pengendaliannya dengan cara menyemprot insektisida Decis 0,5 cc – 1 cc/liter ait atau Thiodan 2 cc/liter air.
    5.2.Penyakit
    1.     Penyakit Karat
    Penyakit ini menyerang tanaman pada malam hari yang udaranya lembap, banyak hujan, dan berkabut. Serangan berat dapat menimbulkan bercak-bercak berwarna kecoklatan, kemudian daun mongering. Pengendaliannya dengan membuat Drainase media tanam agar air tidak menggenang, daun-daun yang terserang dipotong dan dibakar dan tanaman disemprot dengan fungisida Zineb 2%, atau Dithane M-45 sebanyak 2 – 3 gram/liter air.
    2.     Lumut Kerak
    Lumut ini menempel pada batang dan percabangan tanaman yang tidak terkena cahaya matahari. Serangannya tidak membahayakan, tetapi ganggu kebersihan dan penampilan tanaman karena batang dan percabangan tampak kotor. Pengendaliannya yaitu : (1) Bagian batang yang diserang dipangkas dan dibakar. Cahaya matahari diusahakan dapat menembus seluruh bagian tanaman. (2) Lumut pada batang dibersihkan dengan cara dikerok menggunakan pisau secara hati-hati, jangan sampai kulit batang terluka atau tergores. (3) Batang tanaman yang diserang diolesi dengan fungisida dengan menggunakan kuas, misalnya, Cobox, Zineb, Benlate dan Ridomil dengan konsentrasi 2%.