PENUTUP
A. KESIMPULAN
Pertumbuhan selalu berawal dari riak kecil, berhimpun menjadi gelombang, dan gelombang lebih besar lagi yang akhirnya membentuk desain grafis Indonesia seperti sekarang ini. Desainer grafis Indonesia kini bisa dengan bangga menyatakan bahwa desain grafis Indonesia telah menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Hampir semua sektor membutuhkan sentuhan desainer grafis. Pendidikan desain grafis pun berada di puncak pertumbuhan seperti yang belum pernah dialami sebelumnya. Hingga sekarang sekitar 70an pendidikan tinggi DKV telah dan segera berdiri di Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Salatiga, Solo, Malang, Surabaya, Bali, Makassar dan menyusul di beberapa kota lainnya. [7]
Desain grafis Indonesia kini juga telah memiliki dua media cetak: Concept (2004) dan Versus (2008), serta forum maya DGI (Desain Grafis Indonesia) pada alamat www.desaingrafisindonesia.co.cc (sekarang: DGI-Indonesia.com) yang diluncurkan pada Maret 2007, juga Jurnal Grafisosial (2007) di http://grafisosial.wordpress.com. Situs DGI adalah embrio dari Museum (to be) DGI yang akan dibangun di Chandari, Ciganjur, Jakarta Selatan.
Stabilitas ekonomi yang terjaga paska krisis, telah menumbuhkan jumlah perusahaan desain grafis di berbagai daerah. Di Jakarta saja untuk menyebut beberapa di antaranya: Inkara Design (Danton Sihombing, Ilma Noe’man), DesignLab (Divina Natalia), Whitespace Design (Irvan N Suryanto), Kineto (Djoko Hartanto), Octovate (Bernhard Subiakto), Banana Inc. (Nico A Pranoto), Jerry Aurum Design (Jerry Aurum), Mendiola Design Associates (Mendiola B Wiryawan), Roundbox (Bima Shaw), Nubrain Design (Ato Hertianto), Fresh Creative (Imelda Dewajani), AhmettSalina (Irwan Ahmett), Crayon Design (Melvi Samodro), Halfnot Indesign (Heri Mulyadi), Thinking*Room (Eric Wijaya), Lumiére (Ismiaji Cahyono), Paprieka (Eka Sofyan), Songo (Hastjarjo B Wibowo, Hagung Sihag, Arif PSA), Neuborn (Vera Tarjono) dan masih banyak lagi.
B. SARAN
Tidak sedikit Desainer-desainer muda Indonesia berkarya dan sukses di luar negeri: Henricus Kusbiantoro (Senior Art Director-Landor Associates, San Francisco), Lucia C Dambies (Head Designer-Wharton Bradley Mack, Newcastle), John Kudos (Principal-Studio Kudos, Chelsea), Melissa Sunjaya (Principal-Bluelounge Design, Pasadena), Kalim Winata (Computer-Generated Images Artist-ImageMovers Digital, San Francisco), Yolanda Santosa (Principal-Ferroconcrete, Los Angeles) dan Bambang Widodo (Principal-BWDesign, New Jersey) adalah beberapa di antaranya.
Oleh karena itu indonesia tidaklah kalah hebatnya dalam bersaing dengan dunia moderen di luar sana, untuk itu diharapkan tangan-tangan anak bangsa indonesia menjadi lebih berkreatif lagi guna memenuhi tuntutan pertumbuhan dan kemajuan zaman.
Daftar Pustaka
Sumber : www.google.com
http://dgi-indonesia.com/riak-riak-desain-grafis-indonesia-1970-sekarang/
http://id.wikipedia.org/wiki/Desain_grafis
http://www.ahlidesain.com/pengertian-desain-grafis.html
http://sjrdesgrafison.blogspot.com/







0 komentar:
Posting Komentar